Jakarta, LiputanIslam.com, –Berbagai laporan menyatakan bahwa pembunuhan yang dilakukan oleh militer Amerika Serikat atas Jenderal Iran Qasem Soleimani telah memicu situasi yang mengarah kepada kepanikan di pihak AS dan Israel. Sebagaimana yang dilaporkan CNN, Kedutaan Besar AS di Baghdad telah menginstruksikan seluruh warga negaranya yang sedang berada di Irak untuk sesegera mungkin meninggalkan negara tersebut. Instruksi itu dirilis Kedubes AS di Baghdad Jumat (3/1).

Kedubes AS menambahkan bahwa sebisa mungkin, warganya meninggalkan Irak dengan menggunakan pesawat. Jika dengan pesawat tidak memungkinkan, mereka diminta untuk menggunakan jalur darat. Instruksi itu dikeluarkan untuk mengantisipasi adanya pembalasan yang dilakukan Iran atau simpatisan Iran akibat pembunuhan jenderal terkenal Iran itu.

Kekhawatiran yang mengarah kepada kepanikan juga ditunjukan oleh Israel. Reuters melaporkan, Menteri pertahanan Israel pada Jumat (3/1) telah memanggil para komandan militer dan keamanan Israel ke Tel Aviv. Mengutip keterangan Radio Tentara Israel, Reuters menyatakan bahwa Israel telah meningkatkan kewaspadaan di tengah kekhawatiran bahwa Iran akan menyerang melalui sekutu-sekutunya di kawasan, seperti gerakan Hizbullah dukungan Teheran ke utara atau melalui kelompok gerilyawan Palestina serta Hamas dan Jihad Islam di Gaza.

Kelompok-kelompok pro-Iran itu dikhawatirkan oleh Israel sedang menunggu saat yang tepat untuk melakukan pembalasan, yaitu dengan melancarkan tembakan ke wilayah Israel. (os/reuters/cnn)

Panas, Iran Nyatakan AS Harus Siap Hadapi Konsekuensi Pembunuhan Soleimani

Zarif: Pembunuhan Soleimani akan Kobarkan Semangat Kubu Perlawanan

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*