Manila,LiputanIslam.com-Seiring sikap AS yang tidak memberikan visa kepada seorang senator Filipina, Manila secara resmi mengumumkan pembatalan kesepakatan pertahanan bilateral dengan Washington terkait keberadaan pasukan AS.

Dilansir oleh CNN, Filipina telah resmi mengakhiri perjanjian keberadaan pasukan AS di wilayahnya. Manila dikabarkan telah mengirim memo ke Washington untuk memberitahukan masalah ini.

Sebelum ini, hubungan Manila-Washington mengeruh, lantaran AS tidak mengeluarkan visa kunjungan kepada Senator Ronald Dela Rosa. Rodrigo Duterte (presiden Filipina) untuk kali pertama mengancam bahwa pemerintahannya akan mengakhiri kesepakatan dengan AS.

Kantor kepresidenan Filipina pada hari Selasa (11/2) mengkonfirmasi, kemenlu negara ini telah mengirim memo yang ditandatangani menlu Filipina ke pemerintah AS. Memo itu berisi keputusan Manila untuk mengakhiri keberadaan pasukan AS di Filipina.

Menurut kantor kepresidenan, memo itu ditandatangani menlu Filipina atas instruksi dari Duterte.

Konten kesepakatan Manila-Washington berkaitan dengan keberadaan pasukan militer AS di Filipina; kesepakatan yang sebagian butir-butirnya sangat kontroversial.

Salah satunya adalah kemudahan pemberian visa untuk para serdadu AS di Filipina. Yang lain adalah wewenang pemerintah AS untuk mengadili kejahatan personel militernya. Dengan kata lain, jika serdadu AS melakukan tindak kriminal di Filipina, Manila tidak berhak mengadilinya dan hanya Washington yang berwenang untuk itu. (af/fars)

Baca Juga:

Israel Mulai Petakan Wilayah Tepi Barat yang Ingin Direbut

Media Lebanon: 2 Serdadu AS Ditawan Usai Jatuhnya Pesawat AS di Afghanistan

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*