Israel Mulai Petakan Wilayah Tepi Barat yang Ingin Direbut

0
0

Tel Aviv, LiputanIslam.com–PM Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pemerintahnya sudah mulai menggambar peta kawasan pendudukan Tepi Barat yang ingin dianeksasi di bawah rencana ‘Kesepakatan Abad Ini’ yang digagas oleh Presiden AS Donald Trump.

“Kami sudah berada dalam proses pemetaan wilayah yang, menurut rencana Trump, akan menjadi bagian dari … Israel. Tidak akan terlalu lama,” sebutnya dalam kampanye pemilu di pemukiman Ma’ale Adumim dekat Yerusalem al-Quds pada hari Sabtu (8/2).

Ia juga menekankan bahwa wilayah yang akan direbut oleh Israel adalah mencakup semua permukiman ilegal di Tepi Barat dan Lembah Yordan.

Perdana Menteri yang telah berkuasa selama 13 tahun itu berjanji untuk membawa rencana pencaplokan ini dalam pemungutan suara kabinet.

Selanjutnya, ia pun memuji serangkaian tindakan pro-Israel yang diambil oleh pemerintah, dari pengakuan Yerusalem al-Quds sebagai “ibukota” Israel, relokasi kedutaan Amerika dari Tel Aviv ke kota itu,  hingga pengakuan “kedaulatan” Israel atas Dataran Tinggi Golan Suriah.

Menanggapi pernyataan Netanyahu itu, juru bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Nabil Abu Rudeineh,  menegaskan bahwa sudah ada peta Negara Palestina 1967 yang merupakan peta yang yang diakui oleh dunia sesuai dengan resolusi PBB.

“Itulah satu-satunya [peta] yang bisa mencapai keamanan, perdamaian, dan stabilitas di kawasan di dunia,” katanya.

“Peta lain yang bermaksud untuk meneruskan penjajahan [Israel] tida bisa diterima,” imbuhnya. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS: