Duterte: AS Harus Bayar Jika Ingin Bertahan di Filipina

0
287

Manila,LiputanIslam.com-Kantor berita Reuters melaporkan, Presiden Filipina Rodrigo Duterte pada hari Jumat (12/2) mengatakan,”Jika AS ingin melanjutkan kesepakatan dengan Filipina soal penempatan militernya, yang sudah berusia dua dekade, maka ia harus membayarkan sejumlah uang kepada Filipina. Kesepakatan ini adalah elemen utama strategis AS di Asia.”

Duterte, yang dikenal sebagai nasionalis yang kerap blak-blakan, secara terbuka mengungkap ketidakpuasannya terhadap aliansi lama Filipina-AS. Tahun lalu, secara sepihak ia menghapus kesepakatan yang disebut Perjanjian Pasukan Kunjungan (VFA) tersebut.

“Aliansi antara dua negara adalah sebuah tanggung jawab bersama. Saham AS dalam tanggung jawab ini tidak gratis. Saat perang terjadi, semua kita harus mengeluarkan biaya,”kata Duterte di hadapan Militer Filipina.

Yang dimaksud Duterte adalah meningkatnya aktivitas militer AS dan China di Laut China Selatan. Presiden Filipina tidak memberikan penjelasan lebih lanjut soal ini. Ia pun tidak menerangkan jumlah bayaran yang mesti diberikan AS.

Pada Februari 2020 lalu, Duterte memberitahu Washington bahwa ia telah membatalkan VFA, sebagai bentuk kemarahannya lantaran seorang senator Filipina dan sekutu dekatnya tidak mendapatkan visa dari AS. Namun dia menunda proses pembatalan tersebut, hingga saat ini jabatan Presiden AS dipegang oleh Joe Biden. (af/yjc)

Baca Juga:

Koalisi Saudi Curi Kapal Bermuatan Gas Rumahan untuk Rakyat Yaman

Kongres AS Berusaha Hentikan Perang Yaman, Dubes UEA di Washington Marah Besar

DISKUSI: