Ditawari Perpanjangan Gencatan Senjata, Sanaa Pikir-pikir Dahulu

0
29

Sanaa,LiputanIslam.com-Dewan Tinggi Politik Yaman menyatakan, pihaknya tengah mengkaji permintaan perpanjangan gencatan senjata dari PBB dengan mengevaluasi tahap gencatan senjata saat ini, yang akan berakhir pada 2 Juni mendatang.

“Kami mempertimbangkan kadar komitmen Koalisi Agresor terhadap syarat dan pasal-pasal gencatan senjata sekarang. Selain itu, kami juga memprioritaskan pembukaan jalan-jalan di Taiz dan provinsi-provinsi lain berdasarkan syarat-syarat gencatan senjata demi mengurangi kerepotan warga,” demikian disebutkan dalam statemen Dewan Tinggi Politik Yaman.

“PBB dan Koalisi Agresor yang menguasai aset minyak dan gas, pemasukan pelabuhan, dan operasi Bank Sentral, harus melaksanakan janji mereka untuk membayar gaji semua pegawai Pemerintah dan menjamin keberlanjutan pembayaran gaji tersebut, sebab masalah ini berada dalam bingkai kewajiban mereka dalam urusan kemanusiaan.”

Dewan Tinggi Politik Yaman mengecam Koalisi Saudi yang menghalang-halangi tibanya kapal pemuat komoditas minyak ke pelabuhan al-Hudaydah, menunda penerbangan dan pembukaan jalur penerbangan menuju Kairo, dan serta PBB atas kelambanan dalam melakukan tugasnya.

“Tidak dibayarkannya ganti rugi untuk blokade kapal dan penerbangan mengancam potensi perpanjangan gencatan senjata yang mereka inginkan, juga menodai kredibilitas PBB dan Utusannya,” tandas Dewan Tinggi Politik Yaman.

“Kami menegaskan sikap tegas Dewan terkait perdamaian adil dan bermartabat, yang memperkuat kedaulatan dan kemerdekaan Yaman. Menyikapi isu kemanusiaan dengan serius demi mengurangi derita rakyat Yaman adalah tindakan yang benar dan tepat,”tegas Dewan Politik Yaman. (af/fars)

Baca Juga:

Yaman Lontarkan Ancaman Jika Poin-poin Kesepakatan Dilanggar

Jika Masih Ingkari Kesepakatan, Saudi Diprediksi akan Lebih Menderita oleh Serangan Yaman

DISKUSI: