Dicap Lembek, Pemerintah Irak Dituntut Lebih Tegas kepada AS

0
181

Baghdad,LiputanIslam.com-Jet-jet AS pada Jumat dini hari (13/3) membombardir basis-basis Hizbullah Irak di provinsi Babul dan pangkalan-pangkalan milik al-Hashd al-Shaabi di provinsi Salahudin dan Basrah. Sebuah bandara yang tengah dibangun di Karbala juga menjadi sasaran serangan udara AS.

Serangan itu dikutuk keras oleh al-Hashd al-Shaabi, mayoritas legislator Irak, dan pemerintah Irak. Muhammad al-Halbusi (ketua parlemen Irak) menuntut penyelidikan atas agresi itu dan pengumuman hasilnya kepada publik. Namun di saat yang sama, dia juga menyuarakan pembatasan senjata pada pemerintah guna mencegah “reaksi yang tak bisa dibenarkan” terhadap agresi AS itu.

Di pihak lain, banyak anggota parlemen Irak yang menginginkan sidang luar biasa di parlemen untuk membahas agresi AS.

Adil al-Karaawi (seorang petinggi al-Hashd al-Shaabi) meminta agar pemerintah mengambil sikap tegas yang sepadan dengan serangan AS ke basis tentara dan relawan Irak. Dia berpendapat, statemen al-Halbusi menguntungkan AS dan memihak keberadaannya di Irak.

“Serangan atas basis al-Hashd al-Shaabi dan tentara Irak, juga sebuah bandara nonmiliter oleh AS, memiliki sejumlah pesan. Itu adalah pernyataan permusuhan terbuka AS terhadap bangsa Irak, pasukan keamanan, dan hal-hal yang dikultuskan mereka,”kata al-Karaawi kepada al-Maalomah.

Menurutnya, saat ini pemerintah Irak harus berhenti bereaksi hanya dengan kecaman saja, namun harus bersikap lebih tegas untuk mengusir pasukan AS.

Fadhil al-Jabir (anggota koalisi al-Fath di parlemen) pada hari Sabtu (14/3) kemarin menyatakan, para anggota parlemen telah menghimpun tanda tangan untuk mengadakan rapat luar biasa guna membahas agresi AS.

Basim Khazali (mantan legislator Irak) juga menyebut sikap al-Halbusi terlalu lembek di hadapan AS. Ketua parlemen Irak disebutnya tidak menghargai darah warga negaranya sendiri.

“Statemen al-Halbusi soal pembatasan senjata adalah sikap lembek dan tak relevan dengan kedudukannya. Topik pembatasan senjata adalah sebuah topik internal, yang bisa dibahas setelah mengusir pasukan asing dari Irak dan menyelesaikan agresi AS yang terus berulang atas al-Hashd al-Shaabi,”kata Khazali kepada al-Maalomah. (af/alalam/fars)

Baca Juga:

AS Mengaku Sukses dan Puas Menyerang Milisi Sekutu Iran di Irak

Pangkalan AS Al-Taji Kembali Diserang, Kali Kedua di Pekan Ini

DISKUSI: