Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Amerika - Eropa

CIA Aniaya Para Tersangka Terorisme dengan Sadis

Published 14/04/2022 2 Min Read
Share
2 Min Read
SHARE

Washington,LiputanIslam.com – Dalam waktu dekat, terdapat sebuah buku yang akan dirilis. Buku itu berisi detail-detail baru terkait tindakan kejam Otoritas AS terhadap para tersangka terorisme.

Berdasarkan isi buku “The Forever Prisoner”, Middle East Eye melaporkan bahwa di tahun-tahun awal “perang AS untuk menumpas terorisme”, para petinggi CIA mengadakan rapat. Dalam rapat itu, mereka mendiskusikan apa yang mesti dilakukan terhadap orang-orang yang akan dianiaya dalam penjara CIA.

Setelah membahas sejumlah kesepakatan, termasuk mengurung para tersangka dalam tahanan, mengirim mereka ke negara lain, atau mengadili mereka, salah satu petinggi CIA bertanya, ”Kenapa mereka tidak dibunuh saja sekalian?”

Cathy Scott Clark, penulis buku tersebut, dalam sebuah seminar online pada Senin lalu berkata, ”Orang akan mendengar pembeberan (fakta) semacam ini. Saya menilainya sebagai hal-hal yang meresahkan.”

Buku ini berkaitan dengan seorang tahanan Guantanamo bernama Abu Zubaidah, yang sudah berkali-kali dianiaya. Sebagai contoh, dalam satu bulan dia pernah diperlakukan dengan cara penenggelaman buatan hingga 83 kali, atau digantung di langit-langit dalam keadaan telanjang, atau tidak diizinkan tidur selama 11 hari berturut-turut.

Abu Zubaidah (50 tahun) lahir di Palestina namun tumbuh dewasa di Saudi. Dia ditangkap di tahun 2002 dan diserahkan kepada CIA. Sejak awal, dia disebut sebagai salah satu petinggi al-Qaeda. Namun di tahun 2006, CIA menyimpulkan bahwa dia bahkan bukan anggota kelompok teroris ini. Meski begitu, hingga kini ia masih dipenjara di Guantanamo tanpa ada kejelasan soal pembebasannya.

Untuk menulis bukunya, Clark mewawancarai beberapa petinggi militer dan intelijen AS. Salah satunya adalah James Mitchell, yang merupakan salah satu perancang program penyiksaan CIA.

Selesai bertemu dengan Presiden AS, Joe Biden pada Juni tahun lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengingatkan wartawan bahwa Guantanamo masih dibuka. CIA juga masih menyiksa para tahanan di penjara-penjara rahasia. Saat itu, Putin mengajukan pertanyaan ini, ”Apakah ini yang dinamakan HAM?”. (af/fars)

Baca Juga:

Komandan Pasukan Quds IRGC: Israel Terlalu Kecil untuk Menjadi Lawan Iran

Takut Gelombang Serangan Palestina, Warga Israel Berebut Izin Bawa Senjata Api

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account