China Sebut AS dan Jepang Berhutang kepada Dunia Soal HAM

0
202

Beijing,LiputanIslam.com-Kemenlu China menanggapi keras statemen bersama yang dirilis para Kepala Negara AS dan Jepang.

Pada hari Sabtu lalu, Presiden AS, Joe Biden dan Perdana Menteri Jepang, Yoshihide Suga mengeluarkan pernyataan bersama. Mereka mengaku prihatin atas masalah-masalah yang berkaitan dengan China Taipei (Taiwan), Kepulauan Diaoyu, Hong Kong, Xinjiang, dan Laut China Selatan.

Jubir Kemenlu China Wang Wenbin menyatakan,”AS dan Jepang bukan perwakilan masyarakat internasional. Mereka tidak punya kelayakan untuk mendefinisikan tatanan dunia dan memaksakan standar-standar mereka atas pihak lain.”

Wang menegaskan, dengan memerhatikan kasus-kasus pelanggaran HAM AS dan Jepang, kritik mereka terhadap China dalam hal ini adalah kemunafikan.

“Terkait masalah HAM, Jepang dan China berhutang kepada rakyat China dan dunia. Perang yang disulut Jepang pada dekade 1930 telah menyebabkan bencana besar bagi negara-negara Asia, terutama China,”tandas Wang.

Sembari mengkritik cara penanganan Covid-19 di AS, Wang menyatakan bahwa Washington dan Tokyo tidak boleh mempolitisasi virus ini.

Beijing menegaskan, isu-isu terkait Hong Kong dan Provinsi Xinjiang adalah masalah internal China, sehingga negara-negara lain tidak berhak turut campur.

Di pihak lain, China menyatakan Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya. Sebab itu, penjualan senjata AS kepada Taiwan dan melintasnya kapal-kapal AS di Selat Taiwan dinilai Beijing sebagai tindakan provokatif. (af/fars)

Baca Juga:

Teheran Resmi Tanggapi Rumor Perundingan Iran-Saudi di Baghdad

Negara-negara Arab Kompak Bergerak untuk Kembalikan Suriah ke Liga Arab

DISKUSI: