Bos Maskapai Eropa: Penumpang Muslim Harus Diperiksa Lebih Ketat!

0
12

London,LiputanIslam.com-Seorang pengusaha asal Irlandia sekaligus pemilik maskapai terbesar Eropa menyatakan, pemeriksaan terhadap penumpang pria Muslim di bandara harus lebih diperketat.

Dalam wawancara dengan Times, Michael O’Leary mengklaim, serangan bunuh diri lebih mungkin dilakukan pria Muslim yang bepergian sendiri daripada yang bepergian bersama keluarga.

Sembari mengakui bahwa pernyataannya bisa disebut rasis, O’Leary menyatakan bahwa pelaku pengeboman biasanya dilakukan orang-orang Muslim.

Statemen bos maskapai Ryanair ini kontan mendapat reaksi keras dari Dewan Muslim Britania. Dewan ini menyebutnya sebagai statemen rasis dan diskriminatif.

Khalid Mahmood (wakil dari partai Buruh) menilai statemen itu “menggelikan.” Mahmood berkata,”Jika dia bisa menjelaskan seperti apa rupa orang Muslim, saya akan sangat gembira bisa belajar sesuatu darinya.”

Buku tak bisa dinilai dari sampulnya, tambah Mahmood.

“O’Leary praktis mengatakan bahwa siapa pun yang mirip Muslim adalah teroris. Statemen semacam ini tidak akan membantu penguatan hubungan masyarakat, tapi justru memberi alasan kepada kelompok sayap kanan radikal dan fasis,”tegas Mahmood.

Menurutnya, pekan lalu seorang kulit putih membunuh 8 orang di Jerman. Mahmood bertanya, apakah dengan demikian semua orang kulit putih bisa disebut fasis?

Dalam wawancara dengan Times, O’Leary juga mengutarakan hal-hal kontroversial lain. Salah satunya, dia berpendapat bahwa penggunaan toilet di pesawat harus dipungut bayaran. O’Leary juga menyebut para penumpang yang kelebihan berat badan sebagai “monster,” dan harus dikenai biaya dua tiket saat naik pesawat. (af/alalam)

Baca Juga:

Iran Sukses Selenggarakan Pemilu, dan Memulai Penghitungan Suara

Netanyahu Janjikan Penerbangan Langsung Tel Aviv-Makkah

DISKUSI:
SHARE THIS: