Biden Ingkari Janji Hentikan Penjualan Senjata ke Saudi

0
279

Washington,LiputanIslam.com-Harian Guardian mengabarkan, AS dan Saudi telah menjalin kesepakatan senilai setengah milyar dolar. Menurut harian cetakan Inggris ini, kesepakatan tersebut bertentangan dengan kampanye Joe Biden untuk “menghentikan penjualan senjata ofensif ke Saudi.”

Meski Saudi memanfaatkan armada helikopternya untuk melancarkan agresi ke Yaman, namun dengan dijalinnya kesepakatan terbaru ini, Riyadh bisa mempertahankan armada helikopternya itu.

Guardian melaporkan, Kemenlu AS mengizinkan Saudi untuk menjalin kesepakatan dengan Washington untuk mendukung armada helikopter Apache dan Black Hawk saat ini, juga armada helikopter Chinook di masa mendatang.

Sebanyak 350 kontraktor AS bersama 2 staf Pemerintah AS selama 2 tahun ke depan akan diutus ke Saudi untuk memberikan pelatihan dan pelayanan kepada Riyadh.

Menurut Guardian, keputusan Washington ini diambil meski salah satu agenda kebijakan luar negeri Joe Biden adalah “mengakhiri penjualan senjata-senjata tempur ke Saudi.”

Selama masa kampanye dahulu, Biden mengklaim akan menghentikan “semua dukungan” terhadap perang di Yaman, sebab perang ini telah menimbulkan bencana kemanusiaan.

Sebelum ini, Reuters pada Rabu malam 27 Oktober di laporan eksklusifnya mengabarkan, Saudi telah meminta bantuan dari AS untuk memerangi Yaman.

Sumber-sumber itu memberitahu Reuters, Riyadh ingin membeli persenjataan AS untuk membantu Saudi memperkuat sistem pertahanannya, menyusul gelombang serangan pasukan Yaman ke wilayahnya dengan drone militer dan rudal balistik. (af/fars)

Baca Juga:

Houthi: Daripada Bertempur di Yaman, Pasukan Bayaran Sudan Sebaiknya Bela Negara Mereka

Pasukan Hadi Mengeluh Diabaikan Saudi dalam Perang Ma’rib

DISKUSI: