Biadab, Tentara Zionis Jadikan Remaja Palestina Tameng Manusia

0
342

Jenin,LiputanIslam.com– Lembaga hukum Gerakan Global Perlindungan Anak cabang Palestina mengumumkan, Tentara Israel pada 13 Mei lalu menjadikan seorang remaja perempuan Palestina sebagai tameng manusia di depan sebuah kendaraan militer saat mereka menyerbu kota Jenin.

Dalam statemennya, lembaga ini menyatakan bahwa Tentara Israel menggunakan Ahed Maraab (16 tahun) sebagai perisai manusia selama 2 jam saat baku tembak melawan para pejuang Palestina.

Rai al-Youm melaporkan, Maraab dalam pernyataannya kepada lembaga hukum ini bercerita, ”Sekitar pukul 6 pagi, saya dan keluarga terbangun oleh suara ledakan keras di dekat rumah. Kami sadar bahwa Tentara Israel berniat menangkap kakak saya, Mahmoud (20 tahun), dan mengepung rumah kami. Mereka menyuruh kami keluar dari rumah.”

“Seorang serdadu memerintah kami untuk memasuki pekarangan rumah depan tempat tinggal kami. Mereka dengan cepat mulai menggeledah ayah saya. Saya dan Ibu disuruh untuk pergi ke jalan di depan rumah itu. Ketika kami tiba di sana, sebuah kendaraan jeep militer sudah berada di jalan itu. Tentara Israel menyuruh saya berdiri di depan jeep militer yang tengah ditembaki itu, lalu mereka masuk kendaraan,” tutur Maraab.

“Peluru beterbangan di atas kepala saya. Salah satu serdadu menengokkan kepala dari jendela jeep dan dengan bahasa Arab, dia berkata kepada saya, ’Tetap di situ dan jangan bergerak. Kau adalah teroris. Tetap di situ sampai kakakmu berpamitan.’”

“Peluru yang beterbangan membuat saya sangat ketakutan. Saya ingin menundukkan kepala, namun mereka meneriaki saya agar tetap menegakkan kepala. Dua jam setelahnya, saya pergi ke sebuah pohon di sekitar itu dan duduk di atas tanah. Seorang serdadu melongok dari jendela jeep dan menyuruh saya kembali ke depan kendaraan. Namun saya tidak mendengarkan perintahnya,” kata Maraab. (af/fars)

Baca Juga:

Jihad Islam Palestina: Jenin Makin Membuktikan Tekadnya Melawan Israel

Pulang dari Saudi, Rabi Yahudi Israel Mengaku Terkesima

DISKUSI: