Pulang dari Saudi, Rabi Yahudi Israel Mengaku Terkesima

0
265

Quds, LiputanIslam.com  Rabi Stephen Burg, CEO kelompok Yahudi Ortodoks modern Aish Global yang berbasis di Quds (Yerussalem), mengaku terkesima pada keterbukaan Saudi kepada Israel sehingga, menurutnya, normalisasi hubungan antara Israel dan Arab Saudi hanyalah “masalah waktu.”

TV Israel saluran 7 menyebutkan bahwa Burg yang baru mengunjungi Bahrain dan Arab Saudi bersama para pebisnis Yahudi menyebut kerajaan Saudi  “luar biasa,” dan mengaku telah melihat sebuah tempat “bergerak maju dengan komunitas bisnis yang bersedia ingin menjauh dari minyak menuju kondisi ekonomi yang lebih baik”.

Burg mengatakan, “Sementara Riyadh belum menandatangani perjanjian Abraham untuk menormalisasi hubungan dengan Israel, orang-orang yang saya ajak bicara di Arab Saudi mengatakan bahwa itu hanya masalah waktu.”

Dia menambahkan, “Mungkin perlu dua tahun.. Ini adalah masyarakat konservatif, dan mereka perlu memajukan negara, tapi intinya adalah bahwa Iran adalah penyebab umum dari semua… Mereka melihat sekeliling dan berkata  bahwa(Israel ) benar-benar tempat di mana kita bisa mendapatkan keuntungan ekonomis.”

Burg juga mengatakan, “Status Anda sebagai Yahudi secara terbuka dan mendukung Israel di Kerajaan itu tak membuat kita mendapat masalah apapun. Mereka sangat terbuka atas apa yang terjadi di sini (Israel), dan semacam menunggu kita bergerak maju.”

Sejak beberapa tahun lalu tersebar desas-desus adanya hubungan di balik layar antara Israel dan Arab Saudi, tapi Saudi menepisnya.

Para pejabat Saudi juga telah berulang kali menekankan bahwa pembentukan negara Palestina dengan Quds  Timur sebagai ibu kotanya merupakan prasyarat untuk normalisasi hubungan Saudi dengan Israel.

Pada pertengahan September 2020, Eni Emirat Arab dan Bahrain menandatangani Perjanjian Abraham di Gedung Putih, AS, untuk menormalisasi hubungan dengan Israel.

Setelah itu, lingkaran perjanjian normalisasi diperluas hingga mencakup Maroko dan Sudan, meski mendapat penolakan dari publik Arab dan Islam. (mm/railayoum)

Baca juga:

Barat Sibuk Urusan Ukraina,  Israel Cari Perhatian dengan Berlagak Siap Gempur Iran

Israel Kembali Serang Suriah, Tiga Orang Dikabarkan Tewas

DISKUSI: