Bantah AS Keluar dari Irak, Faksi Resistansi: Mereka Masih Bertahan

0
496

Baghdad,LiputanIslam.com-Dengan dimulainya tahun baru 2022, sumber-sumber berita mengabarkan Kedubes AS di Baghdad bersiaga penuh. Sebagian sumber menyatakan, sistem pertahanan CRAM Kedubes AS telah diaktifkan.

Sebelum ini, faksi-faksi Irak telah memperingatkan, jika AS melanggar kesepakatannya dengan Pemerintah Irak untuk angkat kaki di akhir tahun lalu, mereka akan memperlakukan pasukan AS sebagai penjajah asing.

Sebelum ini, sejumlah video memperlihatkan “keluarnya pasukan AS dari Irak.” Meski begitu, hal ini disangsikan oleh banyak pihak.

Jubir Kataib Sayyid al-Syuhada, Kadhim al-Fartusi menyatakan, tidak benar bahwa pasukan AS sudah keluar dari Irak, sebab masih lebih dari 2 ribu serdadu AS yang berada di negara itu.

“Sayangnya Pemerintah telah berubah menjadi perantara antara rakyat dan penjajah… AS tidak merilis satu pun statemen resmi terkait keluarnya pasukan (dari Irak) untuk meyakinkan semua pihak,” kata al-Fartusi kepada al-Ahd..

“Retorika dan permainan kata tidak akan bisa mengelabui kami,” tandasnya.

Berdasarkan keputusan Parlemen Irak yang meminta Pemerintah untuk mengusir pasukan asing dari negara itu, begitu juga sesuai kesepakatan Pemerintah Baghdad dan Washington, semestinya semua serdadu AS sudah angkat kaki dari Negeri Seribu Satu Malam hingga akhir tahun 2021.

Meski demikian, AS berusaha mengubah status pasukan militer ke tim konsultan demi memperpanjang kehadirannya di Irak.

Al-Fartusi menyatakan, lawatan PM Irak Mustafa al-Kadhimi ke AS beberapa waktu lalu hanyalah demi tujuan kampanye, bukan demi membahas keluarnya pasukan AS. Ia menegaskan, pasukan AS belum benar-benar keluar dan apa yang telah diumumkan hanya sebuah muslihat belaka. (af/fars)

Baca Juga:

[Video:] Pasukan AS Keluar dari Irak

Faksi-faksi Resistansi Irak Tuding PBB dan AS Terlibat Kecurangan Pemilu

DISKUSI: