Faksi-faksi Resistansi Irak Tuding PBB dan AS Terlibat Kecurangan Pemilu

0
314

Baghdad,LiputanIslam.com-Pengadilan Federal Irak dikabarkan menolak pembatalan hasil pemilu legislatif negara tersebut, yang diadakan beberapa waktu lalu.

Keputusan ini ditanggapi pedas oleh sejumlah faksi di Irak., di antaranya adalah Ashaib Ahl al-Haq dan Kataib Hizbullah.

Ashaib Ahl al-Haq dalam statemennya menyatakan,” “Kami mendukung independensi badan-badan hukum dan tidak mengintervensi urusan atau menekan mereka. Namun kami menyesalkan keputusan Pengadilan Federal yang menolak tuntutan pembatalan hasil Pemilu, padahal ada banyak bukti hukum dan teknis, hanya dengan dalih bahwa Pengadilan tidak punya kelayakan untuk mengurus masalah ini.”

“Tindakan Pengadilan Federal terlihat kontradiktif, sebab awalnya ia seolah menerima kasus ini. Ini berarti Pengadilan Federal punya kelayakan untuk mengurus kasus ini. Namun setelah tiga rapat, Pengadilan menolaknya dengan dalih tidak punya kelayakan,” imbuh Ashaib Ahl al-Haq.

“Seiring konfirmasi kami bahwa Pengadilan Federal berada di bawah tekanan domestik dan mancanegara, keputusan Pengadilan ini menunjukkan fakta bahwa telah terjadi pelanggaran dalam proses Pemilu. Sebab, Pengadilan Federal merekomendasikan untuk menggunakan mekanisme penghitungan manual, bukan penghitungan elektronik, dalam Pemilu-pemilu mendatang.”

Di lain pihak, Kataib Hizbullah dalam statemennya menyatakan,” “Badan Yudikatif Irak telah diperas, diintimidasi, dan ditekan, terutama oleh Utusan Khusus PBB Jeanine Plasschaert di Irak dan Dubes AS.”

Dalam statemennya, faksi ini menegaskan tak akan berpartisipasi dalam Pemerintahan mendatang. (af/fars)

Baca Juga:

Warga Irak Protes Larangan Pembangunan Monumen Syahid Soleimani

Kontradiksi Statemen Baghdad dan CENTCOM soal Hengkangnya Tentara AS dari Irak

DISKUSI: