Bahrain Sudah Cabut UU Boikot Israel Sejak 15 Tahun Lalu

0
133

Manama,LiputanIslam.com-Harian Times of Israel menyatakan, Bahrain tidak perlu menghapus UU-nya soal boikot Israel sebelum peresmian normalisasi, sebab langkah ini praktis sudah dilakukan bertahun-tahun lalu.

Harian ini menegaskan, Manama secara resmi telah mencabut boikot atas Tel Aviv sekitar 15 tahun lalu. Pencabutan ini dilakukan tak lama berselang usai ditanda tanganinya perjanjian dagang bebas Bahrain-AS pada bulan Mei 2004 oleh Presiden AS saat itu, George W. Bush.

Pada September 2005, Menteri Keuangan Bahrain saat itu, Ahmad bin Muhammad Al Khalifa mengatakan,”Bahrain telah menyadari pentingnya mencabut tahap pertama dari UU Boikot Israel, dan sedang dalam proses mewujudkan tujuan ini.”

Menurut Times of Israel, Bahrain dan 5 negara Arab Teluk lain, termasuk UEA, telah menghentikan tahap kedua dan ketiga boikot atas Israel pada September 1994. Meski begitu, negara-negara ini tetap menghindari kontak langsung dengan Rezim Zionis. Namun di saat bersamaan, para pejabat Bahrain mulai menghapus sejumlah aturan yang menghalangi transaksi resmi dengan Israel.

Menteri Industri, Perdagangan, dan Pariwisata Bahrain, Zayed bin Rashid al-Zayani pada hari Senin (14/9) lalu telah menemui Menteri Kerjasama Regional Israel. Mereka sepakat untuk mengadakan pertemuan guna menjalin kerjasama lebih banyak antara kementerian mereka. (af/fars)

Baca Juga:

UEA dan Bahrain Tandatangani Perjanjian Damai dengan Israel, Masih Ada 5-6 Negara Lagi?

Para Pemimpin Palestina Sebut Perjanjian UEA dan Bahrain dengan Israel Sia-Sia Belaka

DISKUSI: