China Sebut AS Jarah Kekayaan Suriah hingga Senilai Miliaran Dolar

0
213

Beijing, LiputanIslam.com   Pemerintah China menyatakan bahwa Amerika Serikat (AS) terus menjarah kekayaan Suriah dan mengerahkan pasukan pendudukan di wilayah negara Arab ini sehingga melanggar aturan dan hukum internasional yang justru diklaim hendak dilindungi.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian dalam konferensi pers, Jumat (2/12), mengatakan bahwa pangkalan militer ilegal AS di wilayah Suriah hanyalah dalih dan kedok untuk melayani kepentingan hegemoni AS, sementara masyarakat internasional tidak menyadari hal ini.

Lijian menyebutkan bahwa pencurian dan penyelundupan minyak Suriah oleh AS menimpakan kerugian besar pada negara Suriah senilai lebih dari US$ 100 miliar.

Dia menjelaskan, “AS memiliki rekam jejak panjang dalam penyebaran disinformasi, seperti botol yang berisi bubuk putih dan video teatrikal White Helmets, yang digunakannya untuk membenarkan peluncuran serangan ke Irak dan Suriah di masa lalu.”

Lijian menilai belanja militer AS yang menempati urutan pertama di dunia sebagai biang kerok kacaunya keamanan serta stabilitas regional dan global.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China juga menyebut AS sebagai pangkal diplomasi koersif, baik melalui ancaman kekuatan, pemaksaan isolasi politik, maupun sanksi ekonomi dan blokade teknologi.

Sementara itu, pemerintah Suriah menolak pernyataan terbaru oleh kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa yang menuduh Damaskus tidak mematuhi Konvensi Senjata Kimia (CWC). Suriah menyebut pernyataan itu sebagai upaya menipu masyarakat internasional.

“Negara-negara Barat tertentu dan pejabat Uni Eropa telah bertindak terlalu jauh dalam menipu masyarakat internasional atas dugaan penggunaan senjata kimia oleh pasukan Suriah dan Rusia,” ungkap Kemlu Suriah, Kamis (1/12).

Kemlu Suriah menambahkan bahwa upaya demikian dilakukan demi untuk mendukung skema kolonial Barat dengan cara mencemarkan citra Suriah dan Rusia.

Kemlu Suriah juga mengingatkan bahwa beberapa negara anggota UE dan negara Barat lainnya telah menggunakan senjata kimia di berbagai negara dunia.

Kementerian itu menegaskan, “Damaskus tidak dan tidak akan menggunakan senjata semacam itu, meskipun telah digunakan oleh kelompok teroris dan agen intelijen Barat di Suriah. Pemerintah Suriah juga menekankan pihaknya menentang penggunaan amunisi semacam itu di mana dan kapanpun.” (mm/alalam/presstv)

Baca juga:

Menlu Suriah: Palestina adalah Isu Utama Damaskus

Iran Sebut Operasi Darat Turki di Suriah Tak akan Menyelesaikan Masalah

DISKUSI: