
Beirut, LiputanIslam.com – Kepala kantor hubungan media Hizbullah, Mohammad Afif, menyatakan bahwa “Yahya Sinwar hidup sebagai pahlawan dan kini telah menjadi legenda”, dan bahwa Hizbullah menyatakan bertanggungjawab atas serangan yang menerjang kediaman Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Kaesarea.
Dalam jumpa pers pada hari Selasa (24/10) dia juga menyebut AS sebagai mitra langsung Israel dalam agresi terhadap negara dan rakyat Lebanon.
“Amerika memasok senjata dan amunisi kepada Israel dan bertanggung jawab utama atas pembantaian brutal yang menimpa rakyat kami,” ungkapnya.
Afif menambahkan bahwa kedatangan utusan AS ke Beirut tidak akan mengubah fakta bahwa “Amerika adalah induk dari segala kejahatan.”
Di a menyatakan kepercayaan penuh Hizbullah kepada Ketua Parlemen Nabih Berri, dan menegaskan kembali pendiriannya bahwa “tidak akan ada negosiasi (dengan Israel) di bawah tekanan.”
Terkait serangan terbaru di Kaisarea, Afif menegaskan Hizbullah bertanggung jawab atas serangan drone itu.
“Hizbullah bertanggung jawab penuh dan eksklusif atas operasi yang menyasar rumah penjahat perang Netanyahu. Jika tangan kami tidak sampai kepada Anda kali ini, maka siang, malam, dan medan perang masih terbentang di antara kita,” tegasnya.
Tentang ini, media Israel mengatakan bahwa sensor yang telah lama bangkrut memungkinkan publikasi “rahasia umum”, yaitu bahwa drone yang menghantam rumah Netanyahu di Kaisarea Sabtu pekan lalu secara presisi mengenai jendela kamar dan merusak rumah ini.
Afif memastikan bahwa “tidak akan ada pemukiman Zionis yang didirikan di tanah (Lebanon) selatan .”
Dia juga mengumumkan, “Tidak akan lama lagi perlawanan di Lebanon (Hizbullah) akan mendapatkan tawanan dari musuh, dan kami akan bernegosiasi mengenai mereka.”
Sementara itu, Juru bicara militer Brigade al-Qassam, Abu Ubaida, pada hari Selasa menyampaikan ucapan selamat atas keberhasilan Hizbullah menyerang kediaman Netanyahu.
Dia menyebut serangan itu merupakan pesan kepada para gembong penjahat Israel bahwa kesyahidan para pemimpin kubu perlawanan tidak akan melemahkannya, melainkan justru akan meningkatkan eskalasi dan tekad perlawanan.
Juru bicara sayap militer Hamas itu juga menekankan bahwa operasi tersebut memberi tahu para pentolan Rezim Zionis bahwa “mereka tidak akan lolos dari hukuman yang adil bagi rakyat yang bebas dan melawan.” (mm/almayadeen/lbc/raialyoum)