Ashaib Ahl al-Haq: Jika Pendudukan AS Berlanjut, Senjata Kami akan Bicara

0
215

Baghdad,LiputanIslam.com-Anggota Kantor Politik Ashaib Ahl al-Haq, Ahmad Abdulhusain menyatakan, jika Tentara AS tidak angkat kaki dari Irak hingga akhir tahun ini, senjata Poros Resistansi siap memberikan balasan.

Dalam wawancara dengan al-Ahd, Abdulhusain menanggapi rumor soal pelucutan senjata Poros Resistansi dalam pertemuan terbaru Moqtada Sadr dengan Tim Koordinator Faksi-faksi Politik Syiah. Ia menegaskan bahwa rumor ini tidak benar dan topik tersebut tidak dibicarakan dalam pertemuan.

“Jika Tentara AS tidak hengkang dari Irak hingga 31 Desember mendatang, senjata Perlawanan siap memberikan jawaban. Senjata Poros Resistansi akan tetap ada sampai serdadu terakhir AS meninggalkan Irak di waktu yang ditentukan. Dalam pertemuan dengan Pemimpin kelompok Sadr, telah disepakati soal keharusan hengkangnya pasukan asing, terutama AS, dan penjagaan kedaulatan Irak,”papar Abdulhusain.

Moqtada Sadr bertemu dengan Tim Koordinator Faksi-faksi Syiah pada Kamis sore lalu. Sejumlah isu yang dibicarakan meliputi langkah praktis untuk membasmi korupsi, menghentikan pemborosan aset publik, hengkangnya pasukan asing sesuai jadwal, serta dukungan dan perlindungan bagi al-Hashd al-Shaabi yang akan memperkuat perannya dalam melindungi keamanan Irak.

Baghdad dan Washington pada 26 Juli lalu menyepakati hengkangnya pasukan militer AS dari Irak hingga akhir tahun ini. Yang akan dipertahankan adalah personel AS untuk melatih pasukan Irak.

Tentara AS memasuki Irak pada tahun 2014 atas permintaan Baghdad untuk memerangi ISIS, yang kala itu menduduki sepertiga wilayah Irak. Sejumlah 3.000 serdadu, yang 2.500 di antaranya adalah Tentara AS, tiba di Irak dalam bingkai “Koalisi Internasional Anti-ISIS.”

Usai Baghdad mendeklarasikan kemenangan atas ISIS, Pemerintah dan rakyat Irak menegaskan bahwa pasukan asing harus segera meninggalkan negara mereka. (af/fars)

Baca Juga:

Perwira Militer Irak: Iran Berikan Bantuan Senjata Tanpa Formalitas Birokrasi

Menlu Informasi Lebanon Mundur, Ini Tanggapan Ansharullah

DISKUSI: