AS Ngotot Hadapi Iran dengan Sanksi dan Sabotase, Murphy: Pasti Gagal

0
317

Washington,LiputanIslam.com-Anggota Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS, Jim Risch mendesak agar AS keluar dari perundingan nuklir yang berlangsung di Austria.

Desakan ini disampaikan Risch setelah berakhirnya rapat rahasia Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS dengan Utusan Khusus AS untuk Masalah Iran, Robert Malley.

Desakan ini ditanggapi rekan sejawat Risch. Senator Chris Murphy mengingatkan Risch bahwa AS sebelum ini telah menjalankan kebijakan Tekanan Maksimum atas Teheran, namun tetap saja tidak membuahkan hasil yang diinginkan.

Donald Trump meluncurkan apa yang dia sebut kebijakan “Tekanan Maksimum” terhadap Iran pada 2018 setelah dia menarik AS keluar dari Perjanjian Nuklir Iran. Dia mengklaim bisa “mendapatkan kesepakatan yang lebih baik” daripada yang dicapai di bawah pendahulunya, Barack Obama.

“Tak satu pun dari para penentang kesepakatan nuklir Iran yang mengajukan saran lebih baik. Sanksi-sanksi Tekanan Maksimum (atas Iran) tidak efektif, begitu pula sabotase dan teror. Perang terhadap Iran pun akan demikian. Diplomasi adalah satu-satunya cara praktis di hadapan Iran, yang akan menjauhkannya dari status negeri nuklir,” cuit Murphy di laman Twitter-nya.

Sebelum ini, Murphy juga menyatakan, pandangan Donald Trump bahwa keluar dari JCPOA dan pemberlakuan Tekanan Maksimum atas Iran bisa membuka jalan untuk “kesepakatan yang lebih kukuh” adalah pandangan yang salah. (af/fars)

Baca Juga:

Tekankan “Garis Merah”, Menlu Iran di Suriah: Pemulihan Perjanjian Nuklir Bergantung pada Sikap Realistis AS

Rusia Tolak Ide Gencatan Senjata di Ukraina, Ini Alasannya

DISKUSI: