AS Khawatirkan Rekonsiliasi antara Negara Arab dengan Suriah

0
279

Damaskus,LiputanIslam.com-Pada Selasa (9/11) kemarin, beberapa media mengabarkan bahwa Menlu UEA, Abdullah bin Zayed Al Nahan bersama delegasi berkunjung ke Suriah dan bertemu dengan Presiden Bashar Assad.

Lawatan ini dilakukan setelah sekitar 10 tahun berlalu sejak memburuknya hubungan Suriah dengan negara-negara Arab.

Kunjungan delegasi UEA ini pun ditanggapi oleh Jubir Kemenlu AS Ned Price.

”AS tidak akan menormalisasi atau meningkatkan hubungannya dengan Rezim Assad. AS juga tidak setuju jika negara-negara lain melakukan normalisasi dengan Damaskus,”katanya.

Jubir Kemenlu Iran, Saeed Khatibzadeh juga ikut mengomentari tanggapan AS soal pulihnya hubungan Suriah dengan negara Arab.

“Wajar jika AS takut hubungan persahabatan dan regional antara Suriah dan negara-negara Arab diperluas. Karena negara-negara Arab tidak akan memusuhi Damaskus lagi. Selain itu, Washington akan terkena dampak-dampak buruknya,” kata Khatibzadeh.

“Di antaranya adalah kegagalan tujuan-tujuan jahat Rezim Zionis dan proyeknya untuk menciptakan kekacauan, juga mengisolasi satu per satu negara-negara Arab,” tuturnya kepada Sputnik.

Tidak hanya itu, kata Khatibzadeh,  Israel dan AS akan semakin gagal untuk menjatuhkan Suriah seiring bertambahnya jumlah negara Arab yang memulihkan hubungannya dengan Damaskus.

Menurutnya, Suriah dan negara-negara Arab akan diuntungkan jika hubungan mereka semakin menguat. Bahkan, ia menilai, negara-negara Arab justru akan memperoleh lebih banyak keuntungan ketimbang Damaskus sendiri. (af/fars)

Baca Juga:

Haley: Iran Tak Lagi Takut kepada AS

10 Fakta di Balik Kunjungan Resmi Menlu UEA ke Suriah

 

DISKUSI: