AS Disuruh Bangun dari Tidur dan Kembali ke Dunia Nyata

0
324

Teheran,LiputanIslam.com-Jubir Kemenlu Iran Saeed Khatibzadeh dalam cuitannya Jumat malam (24/9) menyatakan,”Hanya Iran yang berbicara mewakili dirinya.”

“Misi kami adalah menghadiri perundingan yang berorientasi kepada hasil. Perundingan untuk perundingan (yang lain) tidak bisa diterima, sama halnya seperti anggapan bahwa ‘terorisme ekonomi’ akan berhasil,”imbuhnya.

“Sudah tiba saatnya pihak yang keluar secara sepihak dari JCPOA (AS) bangun dari tidur dan membuka kedua matanya kepada kenyataan.”

Sebelum ini, dikabarkan bahwa seorang pejabat Kemenlu AS mengklaim, Pemerintahan Joe Biden tengah merancang program-program andai Iran tetap melanjutkan program nuklirnya dan “tidak kembali ke JCPOA.”

Sementara itu, Menlu Iran Hossein Amir Abdollahian menyatakan, Iran siap memulai kembali perundingan untuk memulihkan JCPOA. Namun ia menilai Pemerintahan Biden masih tidak mencabut sanksi ekonomi dan justru memberlakukan sanksi baru, yang dinilainya sebagai sinyal negatif dari Washington.

“Mereka berkata bahwa ‘kami siap memenuhi komitmen kami’. Namun tak ada satu pun tindakan yang diambil untuk menunjukkan serta membuktikan tekad AS kepada Pemerintah baru Iran dan rakyatnya. Lebih buruk dari itu, AS justru menjatuhkan sanksi-sanksi baru,” kata Abdollahian dalam wawancara dengan NBC.

“Dengan kata lain, Biden mengkritik pendahulunya (Trump) soal kebijakan terhadap Iran. Namun di saat bersamaan, ia masih mempertahankan, secara akurat, volume sanksi-sanksi yang diberlakukan Trump atas Teheran.”

“Jika AS serius untuk melanjutkan perundingan, kenapa ia meneruskan rangkaian tindakan anti-Iran? Ini adalah sebuah sinyal negatif kepada Iran,”tegasnya. (af/fars)

Baca Juga:

Iran Nyatakan Adanya Kemajuan dalam Perundingan dengan Saudi tentang Keamanan Teluk

Israel Tempatkan Perangkat Spionase di Selatan Yaman

DISKUSI: