Washington,LiputanIslam.com-Penasihat keamanan nasional AS menyatakan, dia tidak berpendapat bahwa Washington akan melakukan campur tangan militer di Suriah.

“Hubungan antara Recep Tayyip Erdogan (presiden Turki) dan Vladimir Putin (presiden Rusia) sedang goyah. Kami ingin agar pembunuhan warga sipil di Suriah diakhiri. Namun saya rasa, kami tak akan melakukan intervensi militer di Idlib,”kata Robert O’Brien.

O’Brien mengklaim, AS berupaya untuk menggunakan solusi damai di Suriah dan Idlib. “Bashar Assad (presiden Suriah) dan Iran adalah pemain yang sangat buruk. Tindakan Rusia dan Turki tidak akan membantu kondisi di Suriah. Kami (AS) juga tidak berada dalam posisi untuk menghalangi langkah buruk Rusia, Iran, dan Assad,”ujarnya.

O’Brien lalu menyinggung tweet Trump tahun lalu terkait situasi di Idlib. Dia mengklaim, Trump berperan besar dalam penentuan waktu perundingan soal Idlib. Namun, dia berkeyakinan, atmosfer perundingan dalam situasi saat ini telah luntur.

Pasukan Suriah telah memulai operasi militer sejak 50 hari lalu untuk membebaskan kawasan yang diduduki teroris di Idlib. Sebagai pendukung kelompok teroris, pihak Barat melontarkan sejumlah tudingan kosong untuk menghambat operasi tersebut dan mendiskreditkan pasukan pemerintah Suriah. (af/yjc)

Baca Juga:

Media Lebanon: 2 Serdadu AS Ditawan Usai Jatuhnya Pesawat AS di Afghanistan

Pertama Sejak 2012, Tentara Suriah Kuasai Penuh Jalur Damaskus-Aleppo

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*