Antisipasi Korban Jiwa Corona, Tahanan New York Dipekerjakan untuk Menggali Kuburan Massal

0
486

NewYork,LiputanIslam.com-Situs Intercept mengabarkan, pejabat New York menggunakan para tahanan dari penjara Rikers Island untuk menggali sejumlah besar kuburan. Mereka dibayar 6 dolar per jam, yang merupakan bayaran cukup besar bagi tahanan.

Kuburan massal itu digali di pulau Hart, New York. Menurut Intercept, kebijakan pemerintah New York ini diambil seiring meningkatnya jumlah korban meninggal akibat virus Corona di kota tersebut. New York telah menjadi pusat penyebaran terbesar Covid-19 di AS.

Wali kota New York membenarkan kerjasama dengan para tahanan untuk menggali kuburan di kawasan itu. Namun ia mengklaim, penggalian kubur itu tak berkaitan dengan penyebaran Corona. Ia mengaku, para tahanan memang sudah sejak dahulu dipekerjakan untuk menggali kuburan.

Sementara itu, Satgas Gedung Putih untuk Corona mengumumkan, virus ini bisa saja membunuh 100 hingga 240 ribu korban, bahkan meski warga AS menjalankan himbauan social distancing.

Dilansir oleh Associated Press, Deborah Birx (koordinator Satgas Gedung Putih) dalam konferensi pers meminta agar masyarakat AS mengubah pola hidup mereka. Ia mengatakan, semua warga AS harus berperan serius untuk menghadapi penyebaran Corona.

Menurut Birx, prediksi awal menyebutkan bahwa jumlah korban jiwa di AS bisa mencapai 1,5 hingga 2,2 juta orang. Namun, kata Birx, itu adalah skenario terburuk andai instruksi-instruksi pencegahan (seperti social distancing) tidak dijalankan.

Berdasarkan simulasi Satgas Gedung Putih, pandemi Corona tak akan menurun hingga awal Juni mendatang. (af/alalam)

Baca Juga:

Aktivis Kecam Kondisi Tahanan Palestina di Penjara Israel di Tengah Wabah Corona

Cegah Corona, Polisi Israel Gunakan Bom Suara untuk Bubarkan Kerumunan

 

DISKUSI: