Aktivis Kecam Kondisi Tahanan Palestina di Penjara Israel di Tengah Wabah Corona

0
519

Warga Gaza di balik pagar perbatasan Rafah, Jalur Gaza.Tepi Barat, LiputanIslam.com–Aktivis Palestina terkemuka, Leila Khaled, mendesak organisasi internasional untuk menekan Israel atas perlakuan buruk kepada para tahanan Palestina di tengah wabah COVID-19.

“Kami mendesak lebih banyak tekanan [internasional] terhadap Zionis terkait dengan tahanan Palestina,” kata Khaled dalam wawancara dengan kantor berita Lebanon, Al-Mayadeen pada Minggu (29/3).

Ia menyoroti bahwa banyak tahanan Palestina ini telah dipenjara oleh Israel lebih dari tiga dekade.

Khaled, yang juga anggota Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina (PFLP), menyerukan faksi-faksi Palestina untuk bersatu menyelesaikan masalah ini.

Berbagai kelompok dan organisasi internasional, termasuk Liga Arab bersama dengan Kementerian Luar Negeri Palestina, telah meminta Israel untuk membebaskan tahanan Palestina di tengah penyebaran COVID-19 di wilayah pendudukan itu.

Tahanan Palestina juga mengancam akan menggelar mogok makan jika otoritas Israel tidak memberikan perlindungan kesehatan yang memadai.

Menurut kementerian kesehatan Palestina, penyakit menular ini telah menyerang 106 warga Palestina dan menyebabkan satu kematian pada hari Minggu kemarin. Sebanyak 9 orang korban berada di Jalur Gaza dan sisanya di Tepi Barat. (ra/presstv)

DISKUSI: