Ansharullah Tanggapi Sinis Penutupan Kedubes Yaman oleh Pemerintahan Hadi

0
416

Sanaa,LiputanIslam.com-Presiden tersingkir Yaman, Abdurabbih Mansour Hadi kini menetap di Riyadh setelah ia kabur dari Yaman. Baru-baru ini, ia memanggil pulang dubesnya dari Beirut, mengikuti langkah Saudi yang juga menarik dubesnya dari Lebanon.

Langkah ini pun mendapat tanggapan Ketua Komite Tinggi Revolusi Yaman, Muhammad Ali Houthi.

“Penutupan Kedubes Yaman di Lebanon lebih baik daripada menerima dubes bayaran (antek Saudi) yang tidak mewakili Yaman,”sindir Houthi, yang juga salah satu petinggi Ansharullah.

Akhir-akhir ini, Riyadh menjadikan petikan wawancara Menteri Informasi Lebanon George Kordahi sebagai dalih untuk memicu ketegangan dengan Beirut.

Saudi pada hari Jumat pekan lalu memanggil dubesnya dari Beirut. Riyadh juga memberikan tenggat waktu 48 jam kepada Dubes Lebanon untuk meninggalkan negara tersebut.

Segera setelah Saudi, negara-negara Arab seperti Kuwait, Bahrain, dan UEA pun mendesak dubes-dubes Lebanon untuk angkat kaki dari negara-negara itu.

Saudi pun menghubungi Pemerintahan Mansour Hadi, demi mempertegas klaim bahwa “ada semakin banyak negara yang mengikuti langkah Riyadh ini.”

Menlu Pemerintahan Hadi, Ahmed Awad bin Mubarak, yang kini tengah menetap di salah satu hotel di Ibu Kota Saudi, turut mengirim “nota protes” ke Menlu Lebanon untuk menyatakan keberatannya terhadap statemen Kordahi.

Tindakan Pemerintahan Hadi ini menjadi bahan olok-olok dan guyonan banyak orang dari kalangan netizen Arab. Mereka mendeskripsikannya sebagai “protes diplomasi teraneh di dunia diplomasi Arab dan internasional.” (af/fars)

Baca Juga:

Partai-Partai Yaman Salahkan Saudi dan Rezim Hadi atas Kekalahan dalam Perang di Ma’rib

Biden Ingkari Janji Hentikan Penjualan Senjata ke Saudi

DISKUSI: