Ansharullah Sebut AS Tak Bersungguh-sungguh Wujudkan Perdamaian di Yaman

0
680

Sanaa,LiputanIslam.com-Ketua Tim Perunding Yaman, Muhammad Abdussalam merespons pedas pengakuan Pemerintah AS bahwa pihaknya menghendaki perdamaian di Yaman.

Pada Minggu (14/3) lalu Jubir Kemenlu AS, Ned Price mengumumkan perbincangan antara Menlu AS Antony Blinken dan Wakil Khusus PBB untuk Yaman, Martin Griffiths.

Price mengatakan, Blinken dalam pembicaraan itu bicara soal keputusan Washington untuk memperkuat upaya diplomatik di samping upaya-upaya PBB untuk mengakhiri perang di Yaman.

Menurut Abdussalam, Pemerintah AS menjadikan urusan kemanusiaan di bawah transaksi militer dan politik. Hal ini bertentangan dengan klaim-klaim Washington soal kekhawatiran akan memburuknya kondisi kemanusiaan di Yaman.

“Dalam urusan kemanusiaan, AS tidak bisa melontarkan slogan-slogan HAM dan mengaku cemas atas gentingnya situasi keamanan di Yaman akibat agresi dan blokade, namun setelah itu menjadikan masalah ini untuk tawar-menawar militer dan politik”, cuit Abdussalam, seperti dilaporkan stasiun televisi al-Masirah.

Ia menegaskan, tiap proses politik baru bisa berhasil jika rakyat Yaman tidak diperas dengan menggulirkan isu-isu kemanusiaan.

“Kami tahu bahwa AS tahu apa yang bisa dilakukannya untuk mewujudkan perdamaian di Yaman. Namun AS tidak menghendaki (terwujudnya perdamaian) itu, dengan bukti statemen-statemen menyesatkan dan tidak logis yang kerap disampaikannya,” kata Abdussalam.

Ia menegaskan, sikap Sanaa terhadap Koalisi Agresor bersifat defensif. “Pada tahap awal, AS mesti memaksa para agresor untuk menghentikan agresi dan mencabut blokade,” tandasnya. (af/fars)

Baca Juga:

Jenderal AS: Kami Siap, Tapi Tak Menghendaki Perang Melawan Iran

Netanyahu Batal Berkunjung ke UEA Lantaran Rudal Yaman di Langit Saudi

DISKUSI: