Ansharullah: Keluarnya Agresor akan Menghilangkan Perpecahan Yaman

0
405

Sanaa,LiputanIslam.com-Abdul Wahhab al-Mahbashi (anggota Kantor Politik Ansharullah) menyatakan, UEA berupaya membangkitkan kembali benih-benih kedengkian lama di selatan Yaman.

“Saat ini, selatan Yaman berada di ambang pendudukan oleh kekuatan asing. Satu-satunya opsi kita adalah mengusir para penjajah. Dengan keluarnya para penjajah dari selatan Yaman, semua pihak bisa berdialog,”kata al-Mahbashi.

“Yaman tidak akan terpecah belah jika para agresor angkat kaki dari negara ini,”lanjutnya.

Pasukan yang berafiliasi kepada Dewan Transisi Selatan (STC) pada 25 April lalu mengumumkan pemerintahan otonom. Seiring dengan dirilisnya statemen ketua Dewan ini, yang tinggal di UEA, pasukan tersebut memulai pergerakan militernya.

Dewan Transisi Selatan adalah kelompok politik yang dibentuk pada Mei 2017 lalu. Saat ini, kelompok tersebut mendapat dukungan dari Abu Dhabi. Dewan ini dipandang sebagai rival Mansour Hadi, pemerintahan tersingkir Yaman yang menetap di Saudi.

Langkah STC ini memicu amarah pemerintahan Mansour Hadi. Hadi menuntut agar STC kembali ke Perjanjian Riyadh dan mencabut status otonomnya.

Sejak berkuasanya pasukan Saudi dan UEA di kota dan provinsi selatan Yaman, situasi keamanan di kawasan tersebut menjadi tidak kondusif.

Saudi berupaya menyelesaikan perselisihan militer dengan sebuah perjanjian di Riyadh. Namun hingga kini belum membuahkan hasil.

Perjanjian Riyadh adalah kesepakatan antara Saudi dan UEA untuk membagi-bagi kekuasaan di Aden, juga mengakhiri konflik antara proksi-proksi mereka di selatan Yaman. Kesepakatan ini ditandatangani di Riyadh pada 5 Oktober tahun lalu.

Butir-butir penting dalam kesepakatan itu adalah berkuasanya pemerintahan Mansour Hadi di Aden tujuh pekan sejak peresmian kesepakatan, penempatan pasukan militer di bawah kemendagri dan kemenhan, perlawanan bersama terhadap Ansharullah di bawah pengawasan Koalisi Saudi, pembentukan Komite Pengawas atas Perjanjian Riyadh, dan penentuan 12 menteri dari STC dari total 24 menteri dalam kabinet mendatang. Namun, tak satu pun butir-butir ini dijalankan hingga sekarang. (af/fars)

Baca Juga:

Jubir STC Sebut Pemerintah Yaman Pro-Saudi Tak Layak Berkuasa

Ramadan di Yaman: Perang, Banjir, dan Virus Corona

DISKUSI: