Ramadan di Yaman: Perang, Banjir, dan Virus Corona

0
374

Sana’a, LiputanIslam.com—Masyarakat Yaman menjalani bulan suci Ramadan tahun ini dengan penuh beban dan duka. Selain konflik yang berkepanjangan, mereka dihadapi bencana banjir dan virus corona.

Konflik besar di Yaman disebabkan oleh agresi militer koalisi Arab Saudi. Menurut Angkatan Bersenjata Yaman yang bersekutu dengan kelompok pejuang Ansarullah (Houthi), pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi telah melakukan lebih dari 200 serangan udara meskipun sudah mengumumkan gencatan senjata secara sepihak.  Akibatnya, pada Kamis (16/4) lalu, beberapa warga sipil, termasuk wanita, menderita luka-luka akibat serangan jet tempur koalisi yang menyasar sebuah bangunan tempat tinggal di daerah al-Qati di distrik al-Marawi’ah di provinsi Hudaydah.

Menurut kepala delegasi Komite Palang Merah Internasional (ICRC) di Sana’a, Franz Rauchenstein, Yaman menghadapi begitu banyak kesulitan setiap hari. Pertempuran yang sedang berlangsung di beberapa wilayah menyebabkan keputusasaan. Penyakit menular musiman merenggut ribuan nyawa setiap tahun. Inflasi yang tinggi mempengaruhi harga makanan, obat-obatan, dan barang-barang pokok lainnya. Covid-19 adalah satu lagi kekhawatiran bagi warga yang sudah sangat rentan.

Meskipun kasus corona yang terkonfirmasi baru satu, sistem kesehatan Yaman yang rapuh membawa ketakutan dan tekanan. Setengah dari semua fasilitas kesehatan tidak berfungsi. Rumah sakit pun menghadapi beban yang besar. Pekan ini, sudah ada 500 kasus kolera dalam 24 jam di satu rumah sakit ICRC di Sana’a.

Ancaman COVID-19 membayangi perayaan Ramadan. Padahal, Ramadan adalah momen para keluarga dan teman berkumpul untuk beribadah bersama, berbuka puasa, dan silaturahmi.

Awal bulan Ramadan ini juga bertepatan dengan dimulainya musim hujan yang membawa kesengsaraan bagi ribuan orang. Curah yang tinggi Sana’a, Ibb, Hajjah, dan kota pelabuhan selatan Aden menyebabkan banjir besar selama dua pekan dan menghancurkan banyak bangunan rumah dan bisnis. Di kawasan Ma’rib, banjir menghancurkan kamp-kamp pengungsian.

Akibatnya, terjadi peningkatan kasus penyakit menular musiman seperti kolera, difteri, dan demam berdarah, ditambah lagi ancaman virus corona.

“Dengan ancaman COVID-19 yang membayangi, penting bagi kita untuk terus mendukung fasilitas kesehatan…,” kata koordinator kesehatan ICRC untuk Yaman, Avril Patterson. (ra/presstv)

DISKUSI: