Jubir STC Sebut Pemerintah Yaman Pro-Saudi Tak Layak Berkuasa

0
557

Ilustrasi pasukan separatis STC. Sumber foto: Al-Jazeera

Aden,LiputanIslam.com—Kelompok separatis yang didukung Uni Emirat Arab (UEA) di Yaman atau yang dikenal dengan STC telah mendeklarasikan pemerintahan darurat di Yaman Selatan pada Sabtu (25/4) kemarin.

Jubir STC, Alkhader Sulaiman yang tinggal di Amerika Serikat (AS) menjelaskan bahwa kelompok separatis harus mengurus sendiri segala hal di Yaman selatan, karena pemerintahan Yaman pro-Arab Saudi dianggap telah gagal menyediakan pelayanan dasar di wilayah itu.

“(Deklarasi) ini tidak muncul begitu saja. Ini lahir akibat ketidakbecusan pemerintahan terutama di Yaman Selatan. Banyak hal menjadi semakin buruk. Dalam hal ini, pelayanan dasar adalah contoh minimalnya,” ucapnya seperti dikutip Al-Jazeera pada Minggu (26/4).

Tak hanya itu, bahkan ia menyebut pemerintah Yaman pro-Saudi sebagai korup dan tak mampu mengatur negara.

Bagaimanapun juga, langkah yang ditempuh STC dianggap akan memicu konflik internal kubu aliansi pimpinan Arab Saudi yang bersama-sama melakukan gempuran ke Yaman sejak Maret 2015 silam.

Koalisi Pimpinan Saudi Rapuh?

Koalisi pimpinan Saudi mulai mengintervensi konflik Yaman pada Maret 2015 dan memerangi kelompok Houthi yang telah berhasil menguasai sejumlah kota penting di Yaman selatan, termasuk Aden. Kehadiran koalisi ke Yaman didukung oleh orang-orang separatis yang loyal pada pemerintahan Abd Rabbuh Mansur Hadi. Mansur Hadi memang dikenal dekat dengan Saudi dan atas dasar itu, Saudi tak ingin mitra Yaman-nya ini kehilangan kekuasaan.

Pada Juli 2015, pasukan koalisi berhasil merebut kota Aden dari Houthi dan menjadikannya sebagai ibukota Yaman.

Konflik internal dimulai pada April 2017 saat pemerintah Hadi menuduh Gubernur Aden, Aidarous al-Zubaidi, tak loyal dan karena itu, al-Zubaidi dipecat.

Pada 11 Maret, gelombang perlawanan yang menentang pemecatan al-Zubaidi muncul. Keadaan ini melahirkan STC dan menunjuk al-Zubaidi sebagai pimpinan. Sejak saat itu, suara-suara perlawanan terhadap pemerintahan Hadi pro Saudi semakin menguat. Hal ini akan memperlemah kekuatan koalisi di Yaman. (fd/Al-Jazeera)

Baca juga:

STC Deklarasikan Pemerintahan Baru di Yaman Selatan

16 Orang Tewas Usai Houthi Lancarkan Serangan Mematikan ke Arah Pasukan Pro-Saudi

 

DISKUSI: