Ansharullah: Ciptakan Krisis Qatar, AS Raup Untung Milyaran Dolar

0
67

Sanaa,LiputanIslam.com-Anggota Dewan Politik Ansharullah, Muhammad al-Bukhayti menegaskan, berakhirnya konflik Qatar dengan sejumlah negara Arab Teluk tidak berpengaruh pada agresi atas rakyat Yaman.

Kepada Sputnik, al-Bukhayti berkata bahwa pemerintahan yang muncul dari kesepakatan Koalisi Saudi juga tak berdampak pada perang di Yaman. Alasannya, AS adalah pengambil keputusan dan pengendali situasi di perang Yaman.

Menurutnya, krisis Qatar-Saudi dimulai dan diakhiri dengan keputusan AS. Sebab itu, kata al-Bukhayti, rekonsiliasi Doha-Riyadh tidak memengaruhi situasi perang di Timteng.

Petinggi Ansharullah ini meyakini, AS adalah pihak pertama yang mendapat laba dari konflik Qatar-Saudi. Namun saat ini, Washington lebih suka para sekutunya bersatu untuk menghadapi Poros Resistansi.

“Perimbangan kekuatan saat ini menguntungkan Yaman, sebab negara ini sukses meningkatkan kemampuan ofensif-defensifnya. Rakyat Yaman juga sudah menyadari tujuan-tujuan di balik agresi,”tutur al-Bukhayti.

Ia mengatakan, AS meraup ratusan milyar dolar pemasukan dari konflik Doha-Riyadh. Berlanjutnya agresi ke Yaman juga akan menguntungkan Washington.

Al-Bukhayti menegaskan bahwa ketabahan selama perang telah menunjukkan hasilnya. Oleh karena itu, katanya, negara-negara agresor akan mendapat manfaat jika menghentikan perang dan mencabut blokade, sebab Yaman sudah tidak punya apa-apa lagi untuk kehilangan sesuatu tersebut. (af/fars)

Baca Juga:

Khawatir Diserang Yaman, Israel Tempatkan Iron Dome di Selatan Palestina

Rouhani Desak Biden Mengkompensasi Kesalahan AS di Masa Lalu

DISKUSI: