Analis Yahudi Sebut Krisis Ekonomi Tak Bisa Pisahkan Pemerintah Iran dari Rakyatnya

0
340

Teheran,LiputanIslam.com-Seorang jurnalis Yahudi, Richard Silverstein dalam tulisannya di Middle East Eye menilai, usaha Israel, juga AS, untuk menyulut krisis ekonomi di Iran dengan harapan menyulut pemberontakan rakyat kepada Pemerintah Iran, justru membuahkan hasil terbalik.

Silverstein menyatakan, akhir-akhir ini Otoritas Israel merancang strategi untuk memprovokasi kalangan menengah Iran agar menekan Pemerintah Iran. Salah satu cara yang ditempuh adalah serangan siber ke sejumlah infrastruktur penting, seperti serangan siber ke SPBU-SPBU Iran baru-baru ini.

Meski demikian, tulis Silverstein, taktik Israel ini memiliki titik kelemahan kunci, sebab mengasumsikan bahwa rakyat Iran mengambil keputusan politik hanya berdasarkan kesejahteraan materi saja. Ia berpendapat, taktik ini mengabaikan fakta bahwa rakyat Iran menentukan keputusan politiknya berdasarkan banyak faktor, termasuk harga diri nasional, hak kedaulatan, dan perlindungan hak nasional.

“Keliru besar jika ada yang berharap bisa menciptakan kesenjangan antara para pemimpin Iran dan rakyatnya. Hal ini tidak akan terjadi karena negara ini telah melalui berbagai tantangan yang lebih buruk,”tandasnya.

Sebelum ini, diplomat Rusia, Mikhail Ulyanov mengingatkan bahwa Kebijakan Tekanan Maksimum yang diberlakukan AS malah membuahkan hasil yang berlawanan.

“Tiap Pemerintahan baru AS harus mengambil pelajaran dari kesalahan-kesalahan strategis di masa lalu,”cuit Ulyanov di laman Twitter-nya.

“Bukankah sudah jelas bahwa Tekanan Maksimum justru memicu kemajuan pesat dalam program nuklir Iran? Masih adakah politisi-politisi tak bertanggung jawab di AS yang masih ingin melanjutkan tindakan keliru (kebijakan Tekanan Maksimum) ini?”lanjut Ulyanov. (af/fars)

Baca Juga:

Soal Nuklir, Presiden Iran: Kami Pantang Mundur

Analis Zionis: Israel Ditakdirkan untuk Lenyap

DISKUSI: