[Video:} Cara Unik Muallaf Petarung MMA Wilhelm Ott Kecam Standar Ganda Dunia dalam Perang Ukraina

0
24

Wina, LiputanIslam.com –  Muallaf Wilhelm Ott alias Khaled, petarung MMA asal Austria, memiliki cara tersendiri dalam menanggapi standar ganda khalayak dunia terhadap peperangan di dunia, antara yang terjadi di negara-negara Islam dan yang pecah belakangan ini di Ukraina.

Dalam sebuah video berdurasi 27 detik yang diunggah di situs pribadinya dan kemudian dimuat oleh channel Orient di Youtube dan Aljazeera di Instagram, Senin (14/3), terlihat Wilhelm Ott tampil sembari memunculkan gambar-gambar dampak perang di negara-negara Islam Suriah, Libya, Palestina, Yaman, Irak, Afghanistan dan terakhir negara non-Muslim Ukraina.

Ketika menampilkan gambar kehancuran akibat perang di negara-negara Islam, Ott mengancungkan jari telunjuknya dan menempelkannya ke bibir sebagai isyarat kebungkaman khalayak dunia. Tapi ketika muncul gambar dampak perang Ukraina dia menunjukkan mimik wajah terkejut, panik dan prihatin.

Ott mengumumkan dirinya masuk Islam melalui video yang ia bagikan dengan 47,3 ribu pengikutnya di Instagram pada  April 2020.

Dalam video yang mencapai seperempat juta tampilan, dia terlihat mengucapkan syahadat dan menyatakan pertobatannya.

Dalam keterangan panjang dengan video, petarung MMA dari Austria ini menyatakan;

“Krisis Corona memberi saya istirahat yang diperlukan untuk menemukan iman saya lagi. Islam telah mengokupasi saya selama bertahun-tahun. Tetapi ada juga saat-saat ketika saya tidak dapat berbuat apa-apa dan saya membiarkan diri saya dipengaruhi secara politik. Tetapi ketika saya mengalami kesulitan kali, iman Islam memberi saya kekuatan yang diperlukan. Hidup naik dan turun.”

Dia kemudian menandaskan, “Iman saya sekarang cukup kuat sehingga saya dapat mengenali satu-satunya Tuhan yang benar serta  mengucapkan syahadat dan mengatakannya dengan bangga, ya saya seorang Muslim.”

Wilhelm masuk Islam istrinya, Michelle Birringer, dan mengulang pernikahan mereka secara islam pada 31 Mei 2020 di Kantor Pusat Federasi Islam Traiskirchen, sekira 20 kilometer (km) dari Ibu Kota Austria, Wina.

Dia mengenal Islam dari teman-temannya serta menyatakan bahwa Islam adalah agama yang toleran dan damai, tidak seperti dikesankan oleh media di Barat. (mm/orient/albawaba/aljazeera)

Baca juga:

Tiba di Rusia, Menlu Iran: Kami Kecam Perang, di Mana pun Terjadinya

Rusia: 180 Militan Asing Tewas Dibom Pasukan Rusia di Ukraina

DISKUSI: