Rusia Hancurkan Sistem S-300 Kiriman Eropa untuk Pasukan Ukraina

0
401

Moskow, LiputanIslam.com –  Kemhan Rusia mengumumkan bahwa rudal Kaliber pasukan negara ini telah menghancurkan peralatan sistem pertahanan udara S-300 yang dikirim ke Kiev dari Eropa dan disembunyikan di hanggar di pinggiran kota Dnipropetrovsk.

Jubir Kemhan Rusia Igor Konashenkov dalam jumpa pers harian mengatakan  bahwa serangan rudal Rusia yang dilancarkan dari laut pada hari Minggu (10/4) telah menghancurkan empat peluncur sistem S-300 dan menewaskan sekira 25 tentara Ukraina.

Pada Jumat lalu Slovakia mengkonfirmasi bahwa pihaknya telah mengirim S-300 ke Ukraina, dan mengatakan bahwa sistem rudal itu sudah ada di sana dan telah dikirim secara tersembunyi dalam dua hari sebelumnya.

Menteri Pertahanan Slovakia Jaroslav Nagy mengumumkan bahwa negaranya akan menerima empat baterai Patriot dari NATO, untuk menggantikan baterai S-300 yang dikirim Bratislava ke Ukraina.

Di tengah aksi saling tuduh dan lempar tanggung jawab atas pembantaian dan kejahatan perang yang sedang berlangsung antara pasukan Rusia dan Ukraina, Moskow menuduh Kyiv sedang mempersiapkan pembantaian di Lugansk, Ukraina timur.

Kemhan Rusia mengumumkan bahwa dengan dukungan Barat pasukan Ukraina sedang bersiap melakukan pembantaian massal terhadap warga sipil di Lugansk, untuk kemudian melempar tuduhan terhadap pasukan Rusia.

Lebih lanjut, Kemhan Rusia menyatakan, “Sekelompok ahli forensik Ukraina dan anggota polisi akan berpartisipasi dalam pembuatan film, untuk memberikan kredibilitas lebih pada sandiwara ini.”

Seorang pejabat Ukraina menyebutkan bahwa sebuah kuburan baru yang berisi mayat puluhan warga sipil telah ditemukan di desa Buzova, dekat ibu kota Ukraina, yang direbut oleh pasukan Rusia selama berminggu-minggu sebelum direbut kembali oleh pasukan Ukraina.

Pasukan Ukraina merebut kembali sebagian besar kota dan desa di sekitar Kiev pada pekan lalu, dan kemudian otoritas Ukraina mengumumkan penemuan beberapa kuburan massal dan menuduh pasukan Rusia melakukan “pembantaian dan kejahatan perang”.

Hal ini lantas memicu gelombang kecaman internasional, terutama terkait tragedi yang terjadi di kota Bucha, barat laut Kyiv, yang mengundang perhatian internasional secara luas selama beberapa hari terakhir.

Di pihak lain, Moskow telah berulang kali membantah terlibat penyerangan warga sipil atau melakukan “pembantaian”,  dan balik menuduh Ukraina sengaja menebar rumor demikian demi menyudutkan Rusia di mata dunia. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Dipandang Bermuatan Politik, Iran Tolak Resolusi Anti-Rusia di PBB

Pengamat AS Pastikan Warga Sipil Bucha Dibantai oleh Tentara Ukraina Sendiri

DISKUSI: