Pengamat AS Pastikan Warga Sipil Bucha Dibantai oleh Tentara Ukraina Sendiri

0
329

Kyiv, LiputanIslam.com –  Pengamat militer AS dan mantan inspektur senjata PBB di Irak, Scott Ritter, menyatakan bahwa warga sipil di kota Bucha, Ukraina, dekat ibu kota, Kyiv, dibantai bukan oleh tentara Rusia, melainkan oleh tentara Ukraina sendiri.

Dalam sebuah webinar tentang krisis Ukraina, Ritter menyebutkan bahwa tentara Rusia yang sempat menguasai Bucha selama beberapa minggu menjalin hubungan baik, termasuk dalam kegiatan sebentuk “barter”, dengan penduduk setempat, di mana penduduk Bucha memberi mereka telur, susu, dan keju, sementara militer Rusia memberi mereka makanan kering, tepung, garam, gula, dan daging.

“Kemudian pasukan Rusia pergi, dan semua orang yang berpartisipasi dalam interaksi seperti itu dengan mereka dipandang sebagai kolaborator,” imbuhnya, seperti dikutip Rai Al-Youm, Jumat (8/4).

Scott menyebutkan bahwa polisi Ukraina memasuki Bucha pada 1 April untuk membersihkan dan melenyapkan para kolaborator, dan bahwa tentara Ukraina menembak orang di jalan-jalan dan mengetuk pintu rumah para kolaborator untuk membunuh mereka.

Scott menunjuk kesaksian seorang jurnalis Meksiko yang mengunjungi Bucha pada hari yang sama ketika orang-orang Ukraina mengumumkan temuan mayat bergelimpangan di jalan-jalan dan dapat memotretnya, dan dari  situ tampak seperti darah segar, yang membuat Scott berkesimpulan bahwa mayat-mayat itu baru saja terbunuh.

“Orang-orang ini dibunuh pada 1 April oleh Polisi Nasional Ukraina, dan kemudian Presiden AS (Joe Biden) keluar dan mengatakan bahwa ini adalah kejahatan perang yang dilakukan oleh Rusia,” imbuh Scott.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Rusia membantah tuduhan otoritas Kyiv bahwa tentara Rusia telah membantai warga sipil di Bucha. Kementerian itu menegaskan bahwa angkatan bersenjata Rusia meninggalkan Bucha sepenuhnya pada 30 Maret, sementara “bukti kejahatan” baru muncul pada hari keempat, ketika para petugas Dinas Keamanan Ukraina tiba di kota itu. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Moskow Sebut AS Punya 60 Laboratorium Biologi Militer di Sekitar Rusia dan China

Rusia: Kampanye Hitam di Bucha Sama Seperti Kampanye White Helmets di Suriah

DISKUSI: