Moskow Ajukan Bukti kepada PBB bahwa Ukraina Persiapkan Video Hoax Anti-Rusia

0
150

Moskow, LiputanIslam.com –  Operasi militer Rusia di Ukraina telah memasuki hari ke-48 pada Selasa (12/4), ketika tentara Rusia terus menghancurkan posisi-posisi militer Ukraina, di tengah sepak terjang Barat untuk menekan Presiden Rusia Vladimir Putin agar menyudahi operasi militer Rusia yang ia mulai pada 24 Februari.

Dalam perkembangan terakhir, Moskow mengumumkan telah menyerahkan data kepada PBB mengenai “rekayasa” yang sedang dipersiapkan Kyiv, dan bahwa media Barat sebelumnya telah mengirim korespondennya ke Ukraina untuk “meliput” rekayasa tersebut.

Dilansir media Rusia, wakil pertama Rusia untuk PBB, Dmitry Polyansky, pada pertemuan Dewan Keamanan PBB mengatakan, “Dalam beberapa hari terakhir kami telah memberikan informasi kepada PBB tentang provokasi mendatang” yang disiapkan oleh Kyiv.

Menurutnya, salah satu provokasi ini adalah tuduhan bahwa kuburan massal telah ditemukan di desa Rakovka dekat Kyiv.

Dia menyebutkan bahwa koresponden media Barat tiba di kota Kreminna untuk memfilmkan provokasi yang disiapkan oleh pasukan Ukraina guna menyebar hoax pemboman “ambulans yang mengangkut pasien” oleh tentara Rusia.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Rusia telah mengumumkan bahwa dengan dukungan Inggris, rezim Kyiv sedang menyiapkan pembuatan film-film baru secara bertahap untuk menebar tuduhan bahwa tentara Rusia “memperlakukan warga sipil secara brutal” di provinsi Sumy di Ukraina selatan.

Kepala Pusat Pemantauan Pertahanan Nasional Rusia, Letjen Mikhail Mizintsev, mengatakan, “Rezim Kyiv di bawah naungan pasukan khusus Inggris sedang menyiapkan rekayasa baru dan tuduhan bahwa pasukan Rusia bertindak brutal terhadap penduduk Ukraina di Sumy di Ukraina selatan.”

Dia menjelaskan, “Mayat-mayat diseret ke salah satu ruang bawah tanah gedung apartemen, untuk menampilkan mereka sebagai korban tentara Rusia. Sesuai rencana Inggris, pasukan Rusia akan dikesankan telah membantai dan memutilasi warga sipil secara massal ketika mereka mundur.”

Mizintsev melanjutkan: “Media Barat akan mulai merangkai citra palsu dalam waktu dekat untuk membangkitkan ketakutan terhadap Rusia menyusul krisis ekonomi yang berkembang di Eropa.”

Dia beragumentasi, “Pasukan Rusia meninggalkan kota ini tiga minggu lalu pada 20 Maret, dan peristiwa seperti itu, kalau memang terjadi maka tak mungkin tak terekspos ke publik sejak saat itu juga.”

Dia juga menjelaskan, “Ada juga kekuatan tentara Prancis dan gendarmerie yang tiba di Ukraina dan akan mencoba untuk menutupi kejahatan perang yang dilakukan oleh Kyiv dan untuk mengarang tuduhan terhadap pasukan Rusia… Tentara dari pasukan operasi khusus Prancis, bersama dengan ahli teknik dari pasukan gendarmerie dan Kementerian Dalam Negeri Prancis, tiba di Ukraina pada hari Senin melalui Jerman dan Polandia melalui apa yang disebut koridor diplomatik.” (mm/raialyoum)

Baca juga:

Demi Kambinghitamkan Rusia, Ukraina Siapkan Skenario Jahat di Luhansk

Pengamat AS Pastikan Warga Sipil Bucha Dibantai oleh Tentara Ukraina Sendiri

DISKUSI: