Miris, Putin akan Kerahkan Rudal Setan Sarmat

0
2

Moskow, LiputanIslam.com  Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Moskow akan lebih memperkuat dan memodernisasi angkatan bersenjatanya, termasuk mengerahkan rudal balistik antarbenua (ICBM) Sarmat pada akhir 2022.

“Direncanakan bahwa pada akhir tahun, kompleks pertama seperti itu akan bertugas tempur,” kata Putin dalam pertemuan televisi dengan lulusan akademi militer, Selasa (21/6), manakala negara ini masih melanjutkan invasi militernya di Ukraina.

Pernyataan ini tak pelak mengacu pada ICBM Rusia Sarmat, rudal balistik terbesar di dunia, yang mampu membawa 10 atau lebih hulu ledak nuklir, dan juga lazim disebut  “Satan II”.

Rusia berhasil menguji coba rudal itu pada 20 April lalu, membuat beberapa pengamat ketakutan pada saat ketegangan meningkat dan memperluas prospek konfrontasi nuklir dengan Barat.

Putin mengatakan bahwa pengerahan itu akan dilakukan sebagai bagian dari peningkatan militer Rusia yang lebih besar, dan bahwa pasukan Negeri Beruang Merah ini telah mulai menerima sistem pertahanan udara dan rudal S-500 “yang tidak ada tandingannya di dunia”.

Rusia telah membenahi sistem pertahanan udaranya dengan S-500, yang dapat dengan cepat dikerahkan dan dapat mencegat pesawat jarak jauh, rudal hipersonik, dan ICBM. Sistem buatan Rusia memiliki jangkauan sekitar 500 hingga 600 km dan bahkan dapat menembak jatuh satelit.

“Kami akan terus mengembangkan dan memperkuat angkatan bersenjata kami, dengan mempertimbangkan potensi ancaman dan risiko militer,” kata Putin, sembari memuji “keberanian, profesionalisme, seperti pahlawan sejati” pasukan Rusia yang bertempur di Ukraina.

Moskow menjuluki invasi itu sebagai “operasi militer khusus” yang dimaksudkan untuk “membebaskan” wilayah Donbas di bagian timur Ukraina dari cengkraman Neo-Nazi.

Sarmat yang dikembangkan Rusia selama bertahun-tahun memiliki muatan besar dan jangkauan ekstrem, sehingga kemungkinan besar dapat menerobos sebagian besar sistem pertahanan radar dan rudal.

Putin pernah menyebut rudal itu “senjata yang benar-benar unik” yang akan menjamin keamanan negaranya dari “ancaman” eksternal dan membuat mereka yang mencoba “mengancam” Rusia “berpikir dua kali”. (mm/aljazeera/raialyoum)

Baca juga:

Rusia Sebut Senjata Barat yang Dijual Pejabat Ukraina Terlihat di Idlib Suriah

Presiden Assad: Suriah dan Rusia Berperang Melawan Musuh yang Sama

DISKUSI: