Rusia Sebut Senjata Barat yang Dijual Pejabat Ukraina Terlihat di Idlib Suriah

0
43

NewYork, LiputanIslam.com  Deputi Pertama Perwakilan Tetap Rusia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Dmitry Polyansky menyatakan bahwa para pejabat Ukraina telah menjual senjata-senjata Barat, yang kemudian terselundupkan dari Ukraina sehingga bahkan terlihat di provinsi Idlib, Suriah.

“Di Idlib, senjata Barat yang dijual oleh para pejabat Ukraina yang korup mulai muncul lebih banyak. Pasar senjata gelap yang berkembang di Eropa telah menjadi harta nyata tidak hanya bagi mereka, melainkan  bagi para Islamis radikal di seluruh Timur Tengah,” ungkapnya, Senin (20/6).

Sementara itu, kantor berita Sputnik milik Rusia melaporkan bahwa jumlah truk yang dibawa tentara AS dalam beberapa hari terakhir ke pangkalan-pangkalan ilegalnya di timur laut Suriah bertambah menjadi 130, setelah kedatangan konvoi baru sebanyak 30 truk.

Dikutip Sputnik, sumber lokal di pedesaan Hasaka mengatakan, “Pasukan pendudukan Amerika mendatangkan 30 truk penuh dengan senjata dan peralatan militer melalui perbatasan ilegal Al-Waleed dengan Irak ke pangkalan-pangkalan ilegalnya di provinsi Hasaka dan Deir Ezzor, beberapa hari setelahmasuknya konvoi serupa dalam jumlah dan peralatan.”

Sumber itu menjelaskan, “Dengan adanya konvoi baru itu, jumlah truk yang didatangkan tentara AS ke Suriah selama empat hari meningkat menjadi 136, setelah mendatangkan konvoi militer besar yang terdiri atas puluhan truk hingga sebanyak 76 truk pada Kamis 16 Juni, dan dianggap sebagai salah satu konvoi militer terbesar ke Provinsi Hasakah yang datang dari wilayah Kurdistan Irak melalui perbatasan ilegal Al-Waleed dengan Irak.”

Di sisi lain, sumber informasi di pedesaan Hasaka mengungkapkan kepada Sputnik bahwa Pasukan Demokrasi  Suriah (SDF) yang berafiliasi dengan tentara AS telah menggali terowongan yang menghubungkan distrik Sinjar di Provinsi Nineveh, Irak, dengan wilayah kontrol mereka di Provinsi Hasakah, Suriah.

Menurut sumber itu, SDF mengangkut pasukan, senjata dan peralatan militer melalui terowongan, yang panjangnya sekitar 12 km, dari Irak ke Suriah, dan sekira 300 balok beton telah digunakan dalam pembangunan terowongan.

Sumber itu menyebutkan SDF belum lama ini mengirim sejumlah besar pasukan ke Suriah melalui terowongan tersebut, setelah Turki mengumumkan niatnya melancarkan operasi militer untuk mengendalikan kota-kota Manbij dan Tal Rifaat, Suriah. (mm/alalam/raialyoum)

Baca juga:

Tentara Suriah Perkuat Posisinya di Depan Pengerahan Militer Turki

 

DISKUSI: