Menhan Kolombia Tuding Hizbullah Berpotensi Tebar Bahaya Melalui Veneuzela

0
205

Bogota, LiputanIslam.com –  Menteri Pertahanan Kolombia Diego Molano menyatakan bahwa pemerintah negaranya sedang memantau kegiatan kelompok pejuang Hizbullah Lebanon di wilayahnya, dengan tuduhan melakukan tindakan kriminal dan menganggapnya sebagai ancaman bagi Kolombia melalui Venezuela.

“Dua bulan lalu kami harus menghadapi situasi yang memaksa kami untuk melakukan operasi penangkapan dan deportasi dua penjahat dari Hizbullah yang berniat melakukan tindakan kriminal di Kolombia,” kata Molano, dalam wawancara dengan surat kabar El Tiempo, Ahad (14/11).

Molano tidak menyebutkan rincian lain dari operasi ini, namun El Tiempo mengutip sumber-sumber di dinas intelijen militer Kolombia bahwa Hizbullah mungkin mencoba melacak pergerakan diplomat dan pengusaha Amerika Serikat (AS) dan Israel di Kolombia.

Molano menambahkan bahwa ada “bahaya bagi keamanan nasional dari Hizbullah di Venezuela dan  apa yang dapat ia ciptakan terkait dengan penyelundupan narkoba atau kelompok teroris dari pihak Venezuela.”

Meski demikian, Molano menarik kembali pernyataan yang dia lontarkan pada 8 November lalu. Saat itu, ketika menemani kunjungan resmi Presiden Kolombia Ivan Duque ke Israel, Molano mengatakan bahwa Kolombia dan Israel memiliki “musuh bersama, Iran dan Hizbullah, yang aktif melawan Israel dan juga mendukung rezim di Venezuela.”

Molano pada Ahad kemarin menyatakan bahwa pernyataan itu “tergesa-gesa.”

Kolombia  menuduh negara tetangganya Venezuela menyembunyikan dan mendukung kelompok bersenjata anti-Bogota. Hubungan Kelombia dengan Vezuela dalam beberapa tahun terakhir ini tegang, dan perbatasan bersama keduanya hampir sepenuhnya ditutup sejak tahun 2015.

Kolombia dan Israel yang sama-sama sekutu dekat AS berusaha mengisolasi pemerintah Presiden Venezuela Nicolas Maduro, yang dituduh oleh tiga negara itu menjalin hubungan dengan Hizbullah.

Komentar Molano saat mengunjungi Israel tersebut mendapat reaksi dari pemerintah Iran, yang menjalin hubungan dengan Kolombia sejak 1975.

Duta Besar Iran untuk Kolombia Mohammad Ali Ziaei  mengatakan, “Iran dan Kolombia adalah negara sahabat dan memiliki hubungan sejarah. Menghancurkan hubungan ini tidak menguntungkan rakyat.” (mm/afp)

Baca juga:

Heboh George Kordahi, Hizbullah: Kehormatan Lebanon Tak Dapat Perdagangkan

Sayid Nasrallah: Nabi Dihujat Saudi Bungkam, Perang Yaman Dikecam Malah Geram

DISKUSI: