Hari ke-40 Perang Ukraina, Kremlin Angkat Suara Soal Isu Pembantaian Sipil di Bucha

0
180

Moskow, LiputanIslam.com – Istana Kepresiden Rusia, Kremlin, membantah keras tuduhan bahwa tentara Rusia melakukan pembantaian warga sipil di kota Bucha, Ukraina.

Pihak Ukraina pada Ahad lalu mengaku sedang menyelidiki kemungkinan kejahatan pasukan Rusia setelah menemukan ratusan mayat berserakan di sekitar kota-kota di luar ibukota Kiev menyusul penarikan pasukan Rusia dari sana.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan di Moskow, Senin (4/4), mengatakan, “Informasi ini harus dipertanyakan secara serius. Dari apa yang kami lihat, para ahli kami telah mengidentifikasi tanda-tanda pemalsuan video dan pemalsuan lainnya.

Peskov menyebutkan bahwa fakta dan kronologi peristiwa di Bucha tidak mendukung kejadian versi Ukraina. Dia mendesak para pemimpin internasional untuk tidak tergesa-gesa menghakimi.

“Kami dengan tegas menyangkal tuduhan apa pun,” tegasnya.

Peskov menambahkan bahwa para diplomat Rusia akan melanjutkan upaya mereka mengadakan pertemuan Dewan Keamanan PBB untuk membahas apa yang disebut Moskow sebagai “provokasi Ukraina” di Bucha setelah upaya pertama mereka untuk mengatur pertemuan seperti itu diblokir.

Kepala Komite Investigasi Rusia, Alexander Bastrykin, memerintahkan penyelidikan atas dasar bahwa Ukraina telah menyebarkan “informasi palsu yang disengaja” tentang Bucha.

Sekjen PBB Antonio Guterres juga menyerukan penyelidikan independen atas insiden tersebut dan menegaskan bahwa hal ini harus mengarah pada akuntabilitas yang efektif.

Pejabat Ukraina mengklaim bahwa di dekat Kiev terdapat kuburan massal berisi ratusan mayat sipil yang dibantai oleh tentara Rusia.

Sehari sebelumnya, Kemhan Rusia mengkonfirmasi bahwa gambar-gambar dan video kota Bucha yang beredar di media belakangan ini sengaja disiapkan secara khusus untuk media Barat, dan “tak lain adalah provokasi baru.”

Kepala Pusat Pertahanan Nasional Rusia, Mikhail Mezintsev, sebelumnya mengumumkan bahwa pasukan Ukraina telah menjadikan lebih dari 4,5 juta orang Ukraina, dan lebih dari 6.500 warga negara asing, sebagai perisai manusia bagi mereka di kota-kota dan daerah-daerah di mana mereka tinggal di Ukraina. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Rusia Bantah Tuduhan Pembantaian Warga Bucha

Putra Biden Berperan Penting dalam Proyek Senjata Biologis di Ukraina

DISKUSI: