Al-Kadhimi: Kedaulatan Irak adalah Garis Merah

0
847

Baghdad,LiputanIslam.com-Usai ditugaskan untuk membentuk kabinet baru Irak, Mustafa al-Kadhimi dalam pidato pertamanya menyatakan, hak kedaulatan Irak adalah garis merah. Dia juga menyatakan tak akan membiarkan kemuliaan orang Irak diinjak-injak.

Al-Kadhimi menambahkan, bangsa Irak masih belum mewujudkan keinginan dan mimpi mereka. “Tujuan kami adalah membentuk pemerintah yang melayani rakyat,”tegasya.

“Dalam waktu secepat mungkin, kami akan membentuk kabinet baru. Kabinet mendatang akan melayani rakyat dengan tindakan, bukan dengan ucapan. Kami akan mengerahkan segala upaya untuk melawan Corona dan mendukung rakyat Irak,”imbuh al-Kadhimi.

Ia menegaskan, baik individu-individu atau kelompok tak boleh memegang senjata.

Al-Kadhimi menyatakan, pihaknya akan berusaha memvariasikan sumber-sumber pendapatan serta mendorong sektor industri dan pertanian.

“Hubungan internasional Irak akan dibangun atas prinsip kerjasama dan saling menghormati. Kedaulatan Irak akan menjadi prioritas. Kami tak akan membiarkan siapa pun, baik di dalam atau di luar Irak, untuk menuduh ketergantungan orang Irak kepada pihak asing,”tandas al-Kadhimi.

Ia juga menegaskan, pemerintahannya tak bergantung kepada partai atau kelompok mana pun. Al-Kadhimi juga menyebut pemberantasan korupsi dan koruptor sebagai tugas nasional.

Al-Kadhimi ditugasi untuk membentuk kabinet baru Irak pada Kamis (9/4) kemarin, usai pengunduran diri Adnan al-Zarfi dari tugas tersebut. (af/fars)

Baca Juga:

Al-Kadhimi Gantikan Al-Zarfi untuk Bentuk Kabinet Baru Irak

Al-Hashd Al-Shaabi Sebut Al-Zarfi sebagai Kandidat PM Irak Titipan CIA

 

DISKUSI: