Aktivis HAM Terkemuka di Saudi Meninggal dalam Tahanan

0
277

Bendera kerajaan Arab Saudi. Sumber foto: Anadolu Agency

Riyadh,LiputanIslam.com-Aktivis HAM terkemuka Arab Saudi, Abdullah al-Hamid, yang telah dipenjara oleh kerajaan sejak 2013 lalu, akhirnya menghembuskan nafas terakhir pada Kamis (24/4) lalu.

Mengutip keterangan dari Reuters, Hamid yang telah berusia 69 tahun itu meninggal di Rumah Sakit King Saudi-Riyadh akibat penyakit stroke yang telah dideritanya sejak 9 April lalu di dalam penjara. Informasi tentang wafatnya Hamid telah dikonfirmasi oleh sahabatnya yang meminta identitasnya untuk dirahasiakan, mengingat sensitifnya informasi tentang keadaan Hamid.

Hamid adalah salah satu dari 11 pendiri Asosiasi Hak Politik dan Sipil Saudi (ACPRA), sebuah kelompok yang merekam pelbagai pelanggaran HAM di kerajaan. Kelompok ini telah dilarang pada 2013 dan semua anggotanya dihukum oleh pengadilan Saudi dengan sejumlah tuduhan yang terkait dengan aktivitas mereka.

Baca juga:

Paradoks Ivanka Trump: Apresiasi HAM Tapi Diam Soal Penyiksaan Pada Aktivis di Saudi dan UEA

Menurut Reuters, Hamid telah ditangkap sebanyak tujuh kali. Terakhir, ia ditangkap pada 2013, bersama dengan pendiri ACPRA lainnya. Ia dihukum penjara 11 tahun atas tuduhan tak setia pada penguasa, mempertanyakan integritas para pejabat, dan memicu kerusuhan, serta menyeru aksi massa.

Sosok Hamid seringkali dikaitkan dengan tokoh intelektual dan oposisi dan dinobatkan sebagai bapak reformasi Arab Saudi.

“Dia adalah salah satu intelektual terkemuka Saudi yang telah menyeru ditegakkannya demokrasi dan konstitusi di negara ini. Ia dihadapkan dengan para ulama konservatif yang telah melekatkan label murtad padanya,” Jelas Yahya Assiri, aktivis HAM Saudi yang berbasis di London, ALQST.

Baca juga:

Dewan HAM PBB Kecam Saudi Terkait Pembunuhan Khashoggi

Sikap kerajaan terhadap Hamid dinilai sebagai tindakan barbar dan tidak manusiawi, hingga menyebabkan ia meninggal. Bahkan, saat Hamid terkena serangan jantung, otoritas kerajaan melarang keluarga menjenguknya.

Jenazah Hamid telah dimakamkan di desa al-Qasayah pada Jum’at kemarin. (Fd/RT)

DISKUSI: