Dewan HAM PBB Kecam Saudi Terkait Pembunuhan Khashoggi

0
82

Jenewa, LiputanIslam.com –  Sejumlah negara anggota Dewan Hak Asasi Manusia PBB mengutuk rezim Arab Saudi atas pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi dan pelanggaran HAM di negara ini.

Kecaman itu diungkap dalam pernyataan bersama atas nama lebih dari 20 negara, yang dibacakan oleh Sally Mansfield, Wakil Tetap Australia untuk Kantor Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR)

Pernyataan itu mengungkapkan keprihatinan atas adanya laporan-laporan mengenai maraknya aksi penyiksaan, penahanan yang melanggar hukum, dan penyidangan secara tidak adil terhadap para aktivis dan jurnalis di Arab Saudi.

Mereka mendesak pemerintah Arab Saudi untuk mengungkap fakta keterbunuhan Khashoggi dan menghukum semua orang yang bertanggung jawab atas kejahatan itu.

Pernyataan bersama puluhan negara itu diteken antara lain oleh Inggris, Jerman, Kanada, dan Australia.

Jamal Khashoggi adalah jurnalis yang dikenal kritis terhadap Kerajaan Saudi. Dia dibunuh di dalam gedung konsulat Saudi di Istanbul, Turki, oleh sekelompok orang yang sengaja dikirim ke Turki untuk melancarkan aksi pembunuhan ini pada 2 Oktober 2018.

Baca: Erdogan Sebut Serangan ke Aramco adalah Tanggung Jawab Saudi

Peristiwa ini menghebohkan dunia karena berbagai laporan menyebutkan bahwa Khashoggi dihabisi dengan cara yang sadis dan kemudian jenazahnya dilenyapkan dengan menggunakan zat tertentu.

Khalayak dunia, terutama di Turki sendiri, sedemikian marah atas kejahatan besar ini sehingga kasus itu sampai sekarang masih kerap diangkat.

Baca: Ansarullah Yaman Hentikan Serangan ke Saudi, Mengapa?

Pada Juli lalu, pelapor khusus HAM PBB Agnes Callamard merilis laporan setebal 101 halaman yang menyebut pembunuhan itu sengaja dilakukan oleh Kerajaan Saudi dan menegaskan adanya bukti-bukti kuat yang mengharuskan penyelidikan terhadap para pejabat tertinggi Saudi, termasuk Putra Mahkota Mohamed bin Salman. (mm/raialyoum)

DISKUSI: