UGM Kembangkan Sistem Big Data Untuk Lacak Pasien Infeksi COVID-19

0
316

Sumber: Tirto

LiputanIslam.com — Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan sistem Big Data bernama COVID-19 Tracing dan People Mobile Analysis untuk melacak individu yang teridentifikasi sebagai positif, PDP, atau ODP COVID-19 berdasarkan data sejarah pergerakan telepon pelanggan seluler.

Pengembangan sistem itu dilakukan bersama dengan Kemenkes RI, Indosat Ooredoo, PT Global Data Inspirasi (Datains), dan PT Gamatechno.

“Rencananya awal April sistem big data ini sudah bisa digunakan oleh yang berwenang, baik di tingkat pusat maupun daerah,” kata Direktur Sistem dan Sumber Daya Informasi UGM Widyawan melalui keterangan tertulis di Yogyakarta, Selasa (31/3).

Menurutnya, sistem COVID-19 Tracing itu bekerja dengan cara mencari nomor telepon orang-orang dengan jarak tertentu dari pergerakan posisi telepon pasien.

Ia menjelaskan data sejarah pergerakan telepon pelanggan seluler yang diolah adalah data posisi keluaran dari algoritma triangulasi yang akurasinya cukup bisa diandalkan. Jauh lebih baik dari data posisi berbasis lokasi menara telepon seluler atau biasa disebut BTS (base transceiver station).

Sedangkan sistem People Mobility Analysis dapat memberikan informasi lebih luas berupa hasil analisis pergerakan orang-orang dari suatu daerah ke daerah lainnya. Analisis pergerakan ini dihasilkan dari identifikasi pergerakan semua pelanggan telepon seluler di suatu daerah ke daerah lainnya.

“Informasi penting ini dapat membantu Kemenkes dan Gugus Tugas COVID-19 dalam melakukan evaluasi dan menentukan kebijakan berikutnya, misalnya untuk melihat bagaimana pola penyebaran pandemi dari suatu zona merah ke daerah lain serta efektivitas karantina wilayah,” kata dia.

Baca juga: Guru Besar UGM: Pandemi COVID-19 Berakhir 29 Mei 2020

Widyawan memaparkan dua sistem tadi diintegrasikan dengan platform aplikasi safety confirmation cared COVID-19. Pengintegrasian ini dilakukan agar sistem tersebut dapat memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat dan memperkaya data yang dimiliki.

Sementara, Pemerintah sudah mengumumkan rencananya untuk menghadirkan aplikasi pelacak sebaran virus (Covid-19) pekan lalu. Kini, aplikasi yang dinamakan PeduliLindungi sudah tersedia di toko aplikasi Google Play Store.

Dalam keterangannya, aplikasi tersebut masih dalam tahap pengembangan, sehingga kemungkinan tidak stabil. Kendati demikian, pengguna masih bisa mengunduh dan mencoba. (Ay/Antara/iNews)

DISKUSI: