Terkait Kondisi Uighur, Ini Penjelasan PBNU

0
191

Sumber: nu.or.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menjelaskan kondisi Muslim Uighur dan hubungannya dengan pemerintah China. Dulunya Uighur itu pernah menjadi negara sendiri, sama seperti Tibet. Sehingga sekarang tetap ada kelompok tertentu yang melakukan separatis, dan terus mendapat mengawasan pemerintah.

“Yang dilakukan China terhadap Uighur sama dengan yang mereka lakukan terhadap Tibet. Kenapa mereka punya potensi separatis? Karena dulu-dulunya pernah menjadi negara tersendiri,” ucapnya seperti dilansir NU Online Jakarta pada Kamis (19/12).

Gus Yahya mengatakan, saat ini Uighur menjadi bagian dari China. Jika seandainya didorong untuk melepaskan diri dari China, maka akan terjadi kekacauan politik dan militer serta ketidakstabilan di seluruh kawasan. Hal yang sama juga terjadi jika Papua merdeka misalnya.

“Nah sekarang yang kita pikirkan, sama seperti Indonesia terhadap Papua. Pemerintah Indonesia harus melakukan langkah-langkah yang jelas untuk menciptakan keadilan di Papua untuk menjadikan orang Papua merasa bagian dari Indonesia,” ujarnya.

Hal yang sama juga semestinya dilakukan pemerintah China, yakni membuat setiap warga Uighur merasa sebagai bagian dari China. “Itu yang harus dilakukan China terhadap Uighur. Tidak hanya dengan represi, tidak hanya dengan pengawasan seperti yang mereka lakukan sekarang,” katanya.

“Ini masalah politik dalam negeri China. Kalau mau kita bantu, kita bantu. NU bisa bantu kok kalau pemerintah China mau. Kita tidak bisa mencampuri urusan politik dalam negeri China. Kita tawarkan bantuan. Kalau pemerintah China mau, kita bisa bantu,”  tandas Gus Yahya.

Sementara sebelumnya, Duta Besar China untuk Indonesia, Xiao Qian menjelaskan soal kondisi masyarakat Muslim Uighur saat bertemu dengan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Menurutnya kawasan Xinjiang yang ditempati muslim Uighur keadaan relatif aman. Memang ada sedikit gangguan dari pihak tertentu, tetapi saat ini terus ditangani pemerintah.

Baca: Cegah radikalisme, Pesantren Didorong Perkuat Islam Moderat

“Silakan jika ingin berkunjung, beribadah, dan bertemu dengan masyarakat muslim Uighur. Persoalan di Xinjiang sama dengan kondisi dunia lain, ini upaya kami memerangi radikalisme dan terorisme,” ucapnya. (aw/NU/tirto).

DISKUSI: