Pimpinan DMI Jakarta Himbau Tiadakan Segala Aktivitas di Tempat Ibadah

0
303

Sumber: DMI

LiputanIslam.com — Ketua Pimpinan Wilayah DMI DKI Jakarta Ma’mun Alayubi kembali menghimbau pembatasan aktivitas di tempat ibadah seperti masjid dan musholla guna mencegah penyebaran virus corona (COVID-19) dengan meniadakan Shalat Jumat dan ibadah wajib lainnya sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Himbauan ini mempertimbangkan situasi terkini terkait pademi COVID-19 yang meluas dan angka kasus terus meningkat di Indonesia.

“Seruan ini kita perbaharui merujuk dari Fatwa MUI, seruan Gubernur DKI Jakarta dan Makluman Kapolri, intinya tidak hanya fokus meniadakan Shalat Jumat saja, tapi aktivitas lainnya yang berkumpul di tempat ibadah,” kata Ma’mun.

DMI memperbaharui seruan pembatasan aktivitas di tempat ibadah khususnya masjid untuk mencegah penularan COVID-19. Seruan dikeluarkan oleh DMI Jakarta tanggal 1 April dan berlaku dari 3 April sampai dengan batas waktu yang tidak ditentukan.

Seruan ditandatangani oleh Ma’mun dan Ketua Umum DMI Jakarta KH Munahar Muchtar.

Dalam seruan tersebut, lanjut Ma’mun, tidak hanya untuk pembatasan Shalat Jumat di masjid, tapi semua aktivitas yang mengumpulkan orang banyak di masjid, baik shalat wajib maupun kajian dan sebagainya.

Ma’mun mengatakan, DMI tidak memiliki kekuatan hukum untuk menindak, tidak ada sanksi dalam seruan ini, pembatasan ini hanya berupa seruan merujuk pada Fatwa MUI, imbauan Gubernur DKI Jakarta dan Maklumat Kapolri.

Baca juga: Studi Terbaru Sebut COVID-19 Dapat Menular Lewat Nafas dan Percakapan Normal

Namun DMI berharap masyarakat dapat memahami dan menaati dengan bijaksana agar penyebaran virus corona jenis baru bisa ditekan kurva kenaikan kasusnya demi kemashalatan umat nantinya.

Meski aktivitas beribadah secara berjamaah di masjid dibatasi, DMI tetap mengimbau agar masjid mengumandangkan suara adzan setiap waktu shalat masuk, tetapi tidak menyerukan shalat di masjid. (Ay/Antara/Republika)

DISKUSI: