PB IDI Minta Seluruh Dokter di Indonesia Bergabung Tangani Pasien COVID-19

0
216

Sumber: Moeslim Today

LiputanIslam.com — Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyerukan kepada seluruh dokter di Indonesia untuk bergabung melakukan penanganan pasien COVID-19 dalam Gerakan Dokter Semesta Melawan COVID-19 secara serempak dan sistematik.

Permintaan tersebut tertulis dalam surat perintah organisasi yang ditandatangani Ketua Umum PB IDI Daeng M. Faqih di Jakarta, Senin (30/3). IDI memberikan kewenangan dan kompetensi seluruh dokter Indonesia, baik dokter umum maupun seluruh dokter spesialis, dalam menangani COVID-19.

Seluruh dokter Indonesia, baik dokter umum dan seluruh dokter spesialis, diwajibkan mengikuti pelatihan penanganan COVID-19 yang terdiri atas keahlian penanganan perawatan dan pemeriksaan pasien atau orang yang diduga terinfeksi COVID-19.

PB IDI juga memberikan pelatihan keahlian pemakaian alat pelindung diri (APD) saat memeriksa atau merawat pasien dan orang yang diduga terinfeksi COVID-19.

Selain itu, PB IDI meminta setiap pengurus untuk mengoordinasikan kepada pemangku kepentingan bidang kesehatan dan seluruh elemen masyarakat di setiap daerah tentang seluruh potensi dokter Indonesia untuk penanganan COVID-19.

Pimpinan Humas PB IDI dr Abdul Halik Malik mengatakan gerakan bersama itu salah satu strategi IDI untuk penanganan kasus COVID-19 yang terus meningkat di berbagai daerah di Indonesia.

Baca juga: Ulama Aceh Peringatkan Jangan Sebar Hoaks Corona

Selain itu, PB IDI juga menginginkan para tenaga medis diberikan keleluasaan bergerak saat menangani pasien COVID-19 jika kemungkinan karantina wilayah diberlakukan.

Tenaga medis yang dimaksud juga tidak terbatas pada mereka yang berada di garda terdepan menangani pasien COVID-19 namun juga mereka yang berada di garda pendukung.

Selain itu, ia menegaskan pentingnya kepastian logistik, peralatan kesehatan dan perlengkapan medis termasuk obat-obatan jika karantina wilayah diterapkan.

Di lapangan saat ini misalnya sudah ada beberapa keluhan dari vendor atau perusahaan penyedia logistik termasuk penyedia air minum berkualitas yang kesulitan masuk ke wilayah pelayanan kesehatan termasuk rumah sakit rujukan. (Ay/Antara)

DISKUSI: