Ulama Aceh Peringatkan Jangan Sebar Hoaks Corona

0
336

Sumber: harianhalmahera.com

Banda Aceh, Liputanislam.com– Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh memperingatkan masyarakat atau siapapun agar tidak menyebarkan berita bohong atau hoaks di tengah darurat wabah virus corona (covid-19). Wakil Ketua MPU Aceh Tgk Faisal Ali mengatakan bahwa tindakan membuat dan menebarkan hoaks hukumnya dosa besar.

“Jangan (lakukan, red), karena menciptakan dan menyebarkan berita bohong hukumnya adalah dosa besar,” ujarnya di Banda Aceh, Aceh pada Minggu (29/3).

Faisal mengingatkan, siapa yang menyebarkan hoaks di tengah suasana penyebaran wabah seperti ini, maka sama dengan ia yang menciptakan jalan untuk sebuah kejahatan. Dan hal itu jelas tidak sesuai dengan perintah agama dan ajaran yang di bawa Nabi Saw.

“Dalam hadist Rasulullah SAW disebutkan, siapa saja yang menciptakan jalan untuk kejahatan, maka dosa yang akan didapatkan itu sama dengan dosa yang dilakukan oleh orang yang lain. Jadi ini tidak boleh dilakukan,” katanya.

Pada kesempatan itu, ia mengajak masyarakat agar cermat dalam menyikapi suatu informasi dengan cara tidak membagikannya jika belum jelas sumber kebenarannya. Faisal juga meminta masyarakat mengikuti arahan pemerintah dalam upaya menghadapi wabah covid-19.

“Serahkan ini semua kepada para ahlinya, dalam segala hal. Dan pemerintah pasti terus memikirkan apa yang terbaik untuk rakyatnya, karena itu semua kita tenang saja, tidak boleh terlalu was-was yang berlebihan. Dan memperbanyak doa kita kepada Allah SWT,” tambahnya.

Baca: Polri: Hingga Kamis, Hoaks COVID-19 Capai 46 Kasus

Hal yang sama sudah disampaikan Kapolres Aceh Timur pada Rabu (25/3). “Di tengah mewabahnya virus corona, penyebaran berita bohong atau hoaks semakin masif terjadi. Karenanya, kami beritahukan bahwa seseorang yang menyebar berita palsu bisa melanggar UU ITE dan terancam pidana 6 tahun penjara,” tegasnya. (aw/republika/serambinews).

DISKUSI: