Pakar: Penyemprotan Disinfektan Berbahaya Bagi Kulit

0
345

Sumber: suara.com

LiputanIslam.com — Ketua Tim Pakar Gugus Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan dalam rangka pencegahan COVID-19, penyemprotan disinfektan berbahaya bagi kulit, terutama yang menggunakan cara pengasapan (fogging).

“Tidak dianjurkan secara berlebihan seperti ‘fogging’ karena dapat menimbulkan iristasi kulit, bahkan mengganggu pernapasan,” kata Wiku dalam konferensi pers yang diadakan bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), Jakarta, Senin (30/3).

Penggunaan cairan disinfektan dilakukan spesifik pada lokasi dan benda-benda, seperti lantai, kursi, meja, gagang pintu, tombol lift, tangga jalan (eskalator), mesin anjungan tunai mandiri (ATM), etalase, dan wastafel.

Setelah menyemprotkan disinfektan ke permukaan benda, kata dia, sebaiknya satu menit kemudian dilakukan proses mengelap permukaan benda itu dengan menggunakan sarung tangan.

Menurutnya, disinfektan merupakan senyawa kimia yang digunakan untuk proses dekontaminasi yang membunuh mikroorganisme, yakni virus dan bakteri pada permukaan benda mati, seperti lantai, meja, peralatan medis dan benda lain yang sering disentuh.

Baca juga: Hadapi Corona, Persatuan Radio Berikan Motivasi Menghibur

Sementara, menurut WHO, menyemprotkan bahan-bahan kimia disinfektan langsung ke tubuh manusia bisa membahayakan jika terkena pakaian dan selaput lendir seperti mata dan mulut.

Bahan-bahan seperti alkohol dan klorin, menurut WHO bisa berguna sebagai disinfektan untuk permukaan benda mati. Itu pun harus sesuai petunjuk penggunaannya. Tidak ada data ilmiah yang menunjukkan seberapa efektif bilik disinfektan bisa membunuh virus. Penggunaan bahan-bahan kimia tertentu sebagai disinfektan juga punya risiko bagi kesehatan. Inhalasi gas klorin (Cl2) dan klorin dioksida (ClO2) dapat mengakibatkan iritasi parah pada saluran pernapasan. (Ay/Antara/Detik)

DISKUSI: