Dosen UI Sebut Tiga Sumber Penularan COVID-19 Adalah Uang, Barang Online, dan Orang Terdekat

0
240

Sumber BNPB

LiputanIslam.com — Guru Besar Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Purnawan Junaidi mengatakan agar masyarakat mewaspadai tiga sumber penularan Virus Corona (COVID-19) yang sering terlupakan, yakni  uang tunai, barang belanja dalam jaringan (daring), serta orang terdekat (keluarga).

“Memang ada tiga sumber penularan yang orang suka lupa, barang online, uang cash, sama orang terdekat,” kata  Purnawan di BNPB Jakarta, Sabtu (28/3).

Purnawan yang juga merupakan Ketua Aliansi Telemedia Indonesia tersebut menjelaskan untuk barang-barang yang dibeli atau diterima masyarakat secara daring, terkadang diperlakukan biasa padahal bisa berpotensi membawa virus juga, termasuk orang yang mengantarnya.

Kemudian uang tunai, kata dia, bisa menularkan virus dari orang per orang karena ada sentuhan benda dengan anggota tubuh terutama tangan, sehingga masyarakat diharapkan mengusahakan cara-cara tertentu sehingga transaksinya lebih aman.

Dan yang terakhir adalah orang terdekat, terutama yang masih muda di mana meski memiliki imun tubuh yang baik dan kondisi badan yang tidak mudah sakit, bisa menjadi pembawa virus (carier) yang bisa menularkannya terlebih pada mereka yang tergolong lansia.

Baca juga: Bupati dan Wakil Walikota Bogor Himbau Jakarta Segera Lockdown

Sementara, menurut Kirsten Hokeness, profesor dan ketua departemen ilmu pengetahuan dan teknologi di Bryant University dan seorang ahli imunologi, virologi, mikrobiologi dan kesehatan manusia dan penyakit, cara penularan virus COVID-19 paling umum terjadi adalah melalui kontak langsung dengan cairan pernapasan pasien terinfeksi corona.

Cara penularannya bisa berlangsung saat pasien corona batuk atau bersin, lalu virus dan bakteri tersebut dipindahkan dari tangan ke hidung atau mulut orang orang lainnya. Meski begitu, sampai saat ini penelitian mengenai COVID-19 masih terus berlanjut.

Riset lain juga mengungkapkan kalau COVID-19 dapat hidup beberapa hari di permukaan yang keras dan tidak berpori. Sementara pada permukaan berpori seperti kain atau kardus, virus tersebut hanya akan bertahan selama 24 jam. (Ay/Antara/Liputan6)

DISKUSI: