Bupati dan Wakil Walikota Bogor Himbau Jakarta Segera Lockdown

0
160

LiputanIslam.com — Bupati Bogor Ade Yasin dan Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim sepakat mendesak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan segera menerapkan lockdown wilayah, karena kawasan ibu kota dianggap sebagai epicentrum penyebaran virus corona baru alias COVID-19.

“Kesimpulan dari (pertemuan) tadi, jumlah pasien di Bogor itu rata-rata datang dari Jakarta, sehingga saya bersama Pak Dedie mengimbau supaya Jakarta lockdown (karantina wilayah),” kata Ade Yasin usai rapat koordinasi dengan Dedie A Rachim di Posko Tim Crisis Center COVID-19 Kota Bogor, di Kota Bogor, Minggu (29/3).

Menurutnya, lockdown wilayah akan menekan penyebaran COVID-19 di wilayah-wilayah penyangga ibu kota seperti Bogor dan sekitarnya.

“Ketika Jakarta duluan dilockdown kami menyesuaikan nanti. Kalau kita lockdown duluan tapi Jakarta tidak, ini orang masih berbondong-bondong ke sana,” tuturnya.

Sementara itu, Dedie A Rachim mengaku sudah menyiapkan dua skenario “lockdown” yang akan dilakukan Pemerintah Kota Bogor yakni rencana A, “lockdown” di pusat kota, akan menutup lima akses jalan di pusat kota. Kemudian, rencana B yakni “lockdown” di seluruh kota dengan menutup sembilan akses jalan menuju ke Kota Bogor.

Dedie menjelaskan, dua skenario rencana “lockdown” ini guna mengantisipasi rencana DKI Jakarta untuk menerapkan “lockdown”.

“Karena warga Kota Bogor dan sekitarnya banyak yang bekerja di Jakarta, sehingga Kota Bogor akan menerapkan program yang sejalan dengan DKI Jakarta,” kata Dedie.

Baca juga: Menag: Jangan Mudik Kalau Sayang Orangtua di Kampung

Sementara, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali meminta masyarakat di ibu kota untuk tidak meninggalkan atau keluar dari daerah itu untuk mudik ke kampung halaman karena masih terjadi wabah pandemi COVID-19.

Imbauan itu disampaikan Anies dengan tujuan untuk memastikan agar warga di ibu kota sehat dan jika ada yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat segera diberikan.

Ia mengatakan walaupun fasilitas kesehatan yang ada di Jakarta jumlahnya terbatas dibandingkan total kasus COVID-19, kondisinya masih relatif tersedia dibanding daerah lain. (Ay/Antara)

DISKUSI: